PENGAWASAN PEREDARAN DAGING SAPI DI KOTA YOGYAKARTA OLEH DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN PERTANIAN
YUSITA DHENI PRATIWI, drh. Heru Susetya, MP., Ph. D.
2014 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANPengawasan daging yang beredar di masyarakat melalui pasar-pasar tradisional dan modern merupakan tugas yang harus dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (DISPERINDAGKOPTAN) Kota Yogyakarta. Hal ini sesuai dengan konsep penyediaan Bahan Pangan Asal Hewan (BPAH) yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). DISPERINDAGKOPTAN Kota Yogyakarta melakukan pengawasan peredaran daging dimulai dengan Herkeuring di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan pada pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB, melakukan monitoring di pasar Kota Yogyakarta secara acak dan memeriksa surat kelengkapan daging. Apabila tidak memiliki surat maka pihak Dinas wajib menegur dan memeriksa kualitas daging yang akan diedarkan. Pemeriksaan kualitas daging dilanjutkan di Laboratorium meliputi pemeriksaan organoleptik yaitu warna, bau, konsistensi, pengukuran pH, dan pemeriksaan awal pembusukan daging meliputi uji Eber dan uji Postma. Hasil dari pemeriksaan daging di laboratorium saat Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah pada waktu diuji dengan uji Eber dari 21 sampel daging sapi ditemukan daging sebanyak 16 sampel menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan terlihatnya embun pada dinding tabung reaksi, dan 5 sampel menunjukkan hasil negatif, sedangkan hasil uji Postma menunjukkan 4 sampel dubius, dan 17 sampel negatif. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa semua daging masuk dalam kriteria “BAIK†dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Pada pelaksanaan herkeuring, semua pemeriksaan organoleptik 18 sampel daging sapi menunjukkan tidak ada perubahan (t.a.p). Dapat disimpulkan bahwa semua daging yang akan dijual di Kota Yogyakarta dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi, serta pedagang tertib dalam menjalankan herkeuring yaitu membawa surat kesehatan daging dari RPH yang digunakan untuk memotong hewan tersebut.
-
Kata Kunci : daging sapi, daging ASUH, monitoring, laboratorium, herkeuring.