Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI RAWAT INAP RS BETHESDA YOGYAKARTA

CHARINA WIDHAYANTI, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.,

2014 | Skripsi | FARMASI

Selain untuk menurunkan tekanan darah, penggunaan obat antihipertensi pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler serta memperlambat progresi penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien GGK di Instalasi Rawat Inap RS Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari catatan rekam medik pasien GGK pada 1 Januari sampai 31 Desember 2012. Pola penggunaan obat antihipertensi dilakukan berdasarkan pemilihan golongan obat dan penggunaan obat dalam bentuk monoterapi atau politerapi. Evaluasi rasionalitas pengggunaan obat antihipertensi pada pasien GGK yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan pasien, dan ketepatan dosis, dilakukan secara berjenjang berdasarkan standar Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi tahun 2006 dan National Kidney Foundation Kidney Dialysis Outcomes and Quality Initiative (NKF K/DOQI) Guidelines on Hypertension and Antihypertensive Agents 2004. Pada penelitian ini, subyek penelitian berjumlah 73 kasus. Pola penggunaan obat antihipertensi menunjukkan bahwa untuk setiap golongan obat, regimen politerapi lebih sering digunakan daripada regimen monoterapi. Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu sebanyak 66 kasus (90,41%). Dari 66 kasus tersebut, sebanyak 46 kasus (63,01%) merupakan regimen politerapi. Evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menunjukkan bahwa 100% kasus (73 kasus) termasuk tepat indikasi; 89,04% (65 kasus) dari kasus yang tepat indikasi, termasuk tepat obat; 100% (65 kasus) dari kasus yang tepat obat, termasuk tepat pasien; dan 66,15% (43 kasus) dari kasus yang tepat pasien, termasuk tepat dosis.

The goals of antihypertensive therapy in Chronic Kidney Disease (CKD) patients are to lower blood pressure, reduce the risk of cardiovascular disease, and slow progression of CKD. The objective of this study was to examine the trends of antihypertensive drug use patterns and evaluate the rationality of antihypertensive drug use in CKD patients at Bethesda Hospital Ward. The data in this descriptive restrospective study were collected from CKD patient medical record on 1st January until 31th December 2012. Antihypertensive drug use pattern was assesed based on antihypertensive drug class and their use in monotherapy or polytherapy regimens. The rationality of antihypertensive drug use, including appropriate indication, appropriate drug choice, appropriate patient, and appropriate dose, was evaluated respectively based on Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi tahun 2006 and National Kidney Foundation Kidney Dialysis Outcomes and Quality Initiative (NKF K/DOQI) Guidelines on Hypertension and Antihypertensive Agents 2004. There were 73 cases collected in this study. Antihypertensive drug use pattern showed that poytherapy regimens were more commonly used than monotherapy regimens. Calcium Channel Blocker (CCB) was the most widely used antihypertensive agent. There were 66 cases (90,41%) using CCB in which 46 cases (63,01%) were used in polytherapy regimens. Evaluation of the rationality of antihypertensive drug use showed that 73 cases (100%) used antihypertensive agents with appropriate indication; 65 cases (89,04%) used appropriate antihypertensive drug choice; 65 cases (100%) used antihypertensive agents in appropriate patient; and 43 cases (66,15%) used appropriate dose.

Kata Kunci : Antihipertensi, Gagal Ginjal Kronik, Rasionalitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.