PENGELOLAAN ASET TANAH DAN BANGUNAN PADA KABUPATEN TABALONG
ARBANI, Prof. Dr. Iswardono Sardjono Permono, MA.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi pengelola/pengguna barang milik daerah (tanah dan bangunan) pada Pemerintah Kabupaten Tabalong. Mengetahui pengelolaan aset tetap (tanah dan bangunan) Pemerintah Kabupaten Tabalong pada aspek inventarisasi, legal audit, penilaian serta pengawasan dan pengendalian aset. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan IPA (importance-performance analysis) untuk mengetahui pengelolaan aset yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong. Data dikumpulkan dengan menggunakan pendekatan purposive sampling mengambil responden pengurus/pengelola dan pengguna barang daerah di Kabupaten Tabalong. Sebanyak 33 kuesioner dibagikan kepada responden dari 22 SKPD di Kabupaten Tabalong. Hasil penelitian ini menemukan pengelola, pengguna dan pengurus barang milik daerah di Kabupaten Tabalong lebih menekankan pada pentingnya pengawasan dan pengendalian pada aset tanah dan bangunan. Hal ini disebabkan banyaknya aset tanah dan bangunan yang tidak jelas statusnya dan kurang optimal pemanfaatannya. Pengelolaan aset tanah dan bangunan di Kabupaten Tabalong belum dapat dikatakan optimal. Banyaknya aset tanah yang idle dan tidak jelas statusnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola, pengurus dan pengguna barang milik daerah di Kabupaten Tabalong. Beberapa bangunan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong yang terlantar dan kurang optimal pemanfaatannya juga masih menjadi permasalahan.
The aims of the study are measuring the perception of manager/user of local government good (land and building) at Tabalong Regency. Implementation asset management by Tabalong Local Government. The study was description with quantitative approach using IPA (importance-performance analysis) to determined asset management in Tabalong Local Government. Data collected using purposive sampling that take managerial and user in Tabalong Local Government. Questionnaire was distributed to 33 respondens from 22 local government unit in Tabalong Regency. The results shows manager and user of local government good in Tabalong Regency more pointed in land and building monitoring and controlling. This policy was taken because land and buildings that haven’t optimize and no clarify in their status. Management of land and buildings in Tabalong Regency haven’t fully expectation. So many asset of idle lands and no clear status still become a home work for managerial in Tabalong Local Government. Another problem is the buildings belong to Tabalong Local Government and still unoptimize in their usage.
Kata Kunci : pengelolaan, aset tanah dan bangunan, IPA