Laporkan Masalah

INFEKSI Human papillomavirus (HPV) 16/18 DAN KEJADIAN MUTASI p53 EKSON 7 PADA KANKER KEPALA DAN LEHER

NELSIANI TOBUNGAN, Dr.biol.hom Nastiti Wijayanti, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Biologi

Badan Registrasi Kanker Nasional di Indonesia menempatkan kanker kepala dan leher pada urutan ke empat dari sepuluh besar keganasan pada pria dan wanita. Kanker kepala dan leher diakibatkan beberapa faktor seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, infeksi virus, pola diet dan mutasi genetik. Infeksi Human papillomavirus 16/18 (HPV 16/18), ditemukan pada beberapa kasus kanker kepala dan leher. Kanker kepala dan leher dengan HPV positif pada umumnya tidak berasosiasi dengan mutasi p53. Namun kanker kepala dan leher dengan HPV negatif sering berkaitan dengan mutasi p53. Mutasi p53 banyak dilaporkan terjadi pada ekson 5-8, dan yang paling sering termutasi pada kasus kanker kepala dan leher adalah p53 ekson 7. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari asosiasi antara infeksi HPV16/18 kanker kepala dan leher dan mutasi p53 ekson 7, dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan sekuensing. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 53, yang terdiri dari 33 sampel Formalin Fixed Paraffin Embeded (FFPE), 14 sampel jaringan segar dan 6 sampel darah yang berasal dari 37 pasien. Hasil pemeriksaan PCR-HPV menunjukkan 12 sampel FFPE dan 2 sampel jaringan segar positif DNA HPV 18. Analisis hasil sekuensing p53 ekson 7 dari 8 sampel FFPE, 5 sampel jaringan segar dan 5 sampel darah menunjukkan tidak terdeteksi adanya mutasi. HPV 18 berasosiasi dengan kanker kepala dan leher. Hasil penelitian ini menunjukkan terdeteksinya infeksi HPV 18 pada 14 sampel yang berasal dari 12 pasien dan tidak terdeteksi adanya sampel yang positif HPV 16, serta tidak dijumpainya mutasi p53 ekson 7 pada seluruh sampel. Beberapa hal yang tidak dapat dikonfirmasi dari penelitian ini adalah kemungkinan mutasi gen p53 pada ekson selain 7 ataupun adanya infeksi HPV serotype lain.

Indonesia National Agency for Cancer Registration, puts head and neck cancer on fourth from ten malignancies in men and women. Head and neck cancer caused by several factors, like alcohol consumption, smoking, virus infection, diet and genetic mutation. Human papillomavirus 16/18 infection found in several head and neck cancer cases. Generally, head and neck cancer with HPV positive does not associated with p53 mutation. In the other hand, head and neck cancer with HPV negative ussually associated with p53 mutation. Most of p53 mutation have been reported in p53 exon 5-8 and the most frequently mutated in exon 7. Purpose of research are examine the associate between HPV 16/18 infection in head and neck cancer and p53 exon 7 mutation using Polymerase Chain Reaction and sequencing. Reserach was done in Dharmais Cancer Hospital Jakarta. There are 53 samples from 37 patients, consist of 33 Formalin Fixed Paraffin Embeded (FFPE) samples, 14 fresh tissue samples and 6 blood samples. Result of HPV typing indicated 12 FFPE samples and 2 fresh tissue samples that HPV 18 positive. Analysis result of sequencing of p53 exon 7 from 8 FFPE samples, 5 fresh tissue samples and 5 blood samples showed no mutation were detected. HPV 18 is assosiated with head and neck cancer. Several problem which can not analysed from this researches are possibility mutation of p53 occur in besides exon 7 or sampel infected by another serotype of HPV.

Kata Kunci : kanker kepala dan leher, HPV 16/18, p53 ekson 7, sekuensing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.