Laporkan Masalah

INFEKSI Human papillomavirus (HPV) 16/18 DAN KEJADIAN MUTASI p53 EKSON 8 PADA KANKER KEPALA DAN LEHER

SITI HAMIDATUL 'A, Dr. biol. hom. Nastiti Wijayanti, M.Si.

2014 | Tesis | S2 Biologi

Data World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada tahun 2008 menyebutkan bahwa sebanyak 7,6 juta jiwa penduduk dunia meninggal karena kanker, 70% kasus kematian karena kanker ini terjadi di negara-negara berkembang dan hanya 30% yang berhasil ditangani. Di Indonesia kanker kepala dan leher menduduki urutan keempat dari.insidensi kanker nasional. Kejadian kanker kepala dan leher berkait beberapa faktor, diantaranya, kebiasaan merokok, alkohol, infeksi virus human papillomavirus (HPV) dan faktor genetis. Mutasi pada gen p53 yag berakibat perubahan struktur protein TP53 dan berkait dengan kejadian kanker, khususnya kanker kepala dan leher. Dilain sisi, onkoprotein E6 HPV mengikat dan menginaktifasi TP53, dan berakibat hilangnya kontrol siklus sel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi HPV genotipe 16 dan 18, mendeteksi mutasi p53 pada ekson 8, dan mengamati keterkaitan antara infeksi HPV 16/ 18 dengan mutasi p53 pada ekson 8. Pengamatan genotype HPV dan mutasi p53 dilakukan pada tiga tipe sampel (jaringan tumor terfiksasi paraffin (Formalin Fixed Paraffin Embedded; FFPE), jaringan tumor segar, dan darah tepi) untuk menentukan tipe biosampel yang paling sesuai untuk penelitian ini. Selanjutnya dilakukan sekuensing p53 ekson 8 pada sampel yang berasal dari 4 subyek yang memiliki ketiga tipe biosampel. Sebanyak 33% (11/33) sampel FFPE dan 14% (2/14) sampel jaringan segar menunjukkan hasil positif untuk infeksi HPV 18 (pita DNA tunggal berukuran 415bp) dan tidak terdeteksi adanya infeksi HPV 16. Amplifikasi DNA p53 ekson 8 teramati pada semua sampel (adanya pita DNA berukuran 194 bp). Selanjutnya, sekuensing p53 ekson 8 menunjukkan adanya mutasi titik heterozigot pada satu sampel FFPE (L10F) dimana basa C/G bermutasi menjadi T/A. Mutasi titik heterozigot yang terjadi pada kodon 282 tidak menyebabkan perubahan konformasi TP53. Pada penelitian ini belum dapat disimpulkan tipe biosampel yang paling sesuai untuk studi berkait dengan infeksi HPV dan mutasi p53 ekson 8 pada kanker kepala dan leher. Selanjutnya, perlu dilakukan pengujian pada sampel dengan jumlah yang lebih besar untuk sehingga mampu mewakili prevalensi infeksi HPV onkogenik di Indonesia, dan kaitannya dengan mutasi p53 secara keseluruhan.

Data from the World Health Organization (WHO) published in 2008 report that more than 7.6 million people worldwide die from cancer, 70% of occurred in developing countries and only 30% were successfully treated. In Indonesia cancers of the head and neck cancer dari.insidensi ranked fourth nationally. Head and neck cancer incidence in relation to several factors, including, smoking, alcohol, viral infection human papillomavirus (HPV) and genetic factors. Mutations in the p53 gene result in changes in protein structure TP53 and related to the incidence of cancer, particularly cancers of the head and neck. HPV E6 oncoprotein binds and inactivates TP53, and result in loss of cell cycle control. This study aimed to detect the presence of HPV infection genotypes 16 and 18, detecting p53 mutations in exon 8, and observe the relationship between infection with HPV 16/18 with p53 mutations in exon 8. Observations genotypes of HPV and p53 mutations performed on three types of samples (Formalin Fixed Paraffin Embedded (FFPE), fresh tumor tissue and peripheral blood) to determine the most appropriate type of biosampel for this study. Further sequencing of p53 exon 8 performed on samples derived from 4 subjects who had all three types biosampel. A total of 33% (11/33) FFPE samples and 14% (2/14) fresh tissue samples were positive for HPV 18 infection (single DNA band size 415bp) and no detectable infection with HPV 16. Amplification of DNA was observed in p53 exon 8 all samples (absence of DNA band size 194 bp). Furthermore, sequencing of p53 exon 8 showed a heterozygot point mutation in the FFPE samples (L10F) where the base C / G mutated into a T / A. Mutations that occur at codon 282 not cause TP53 conformation change. In this study could not be concluded biosampel type most suitable for studies related to HPV infection and p53 mutation in exon 8 of head and neck cancer. Furthermore, the testing needs to be done on samples with larger amounts to so as to represent the prevalence of oncogenic HPV infection in Indonesia, and its relation to p53 mutations as a whole.

Kata Kunci : kanker kepala dan leher, p53, HPV 16/18, FFPE, sekuensing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.