PENGARUH INVENTARISASI DAN PENILAIAN ASET TETAP/BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PERSEPSI PENYAJIAN NILAI WAJAR NERACA DI PEMERINTAH KOTA BANJARBARU
RATIH RISTIASIRI, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inventarisasi berupa pendataan, pengkodean, pengelompokan, dan pencatatan serta penilaian aset tetap terhadap persepsi penyajian nilai wajar neraca Pemerintah Kota Banjarbaru. Alat analisis yang digunakan yaitu menggunakan Multiple Regression dengan bantuan Software SPSS 21.0. Pengujian yang dilakukan di antaranya melihat pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat dan pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Hasil analisis yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis alternatif dengan model persamaan Y = 2,236 + 0,153X1 – 0,278X2 – 0,036X3 + 0,315X4 + 0,141X5 menyimpulkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi persepsi penyajian nilai wajar neraca Pemerintah Kota Banjarbaru adalah variabel penilaian (X5) dengan tingkat signifikan 0,000. Peringkat kedua yang mempengaruhi persepsi penyajian nilai wajar neraca adalah variabel pencatatan (X4) yang mempunyai tingkat signifikasi sebesar 0,011. Variabel lainnya yang mempengaruhi variabel dependen yaitu variabel pendataan (X1) dengan tingkat signifikasi sebesar 0,036 dan variabel pengkodean (X2) yang mempunyai tingkat signifikasi sebesar 0,015. Semua tingkat signifikan dibandingkan dengan alpha Langkah-langkah yang harus ditingkatkan di dalam manajemen aset pada proses kerja inventarisasi dan peniliaan untuk meningkatkan penyajian nilai wajar neraca di Pemerintah Kota Banjarbaru yaittu dengan meningkatkan kualitas data base melalui sebuah Sistem Manajemen Aset Daerah (SIMADA) yang telah dijalankan, mengaktifkan kembali Sistem Operasional Prosedur (SOP) di dalam pengelolaan aset tetap agar berjalan tertib, efisien, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan, melakukan sensus cek fisik dan cek dokumen secara berkala ke unit kerja dibantu dengan program kerja yang matang, disediakan kertas memo untuk mencatat jika terjadi hibah di luar jam kerja yang dibantu dengan diadakan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pentingnya pengelolaan barang milik daerah dengan baik dan melakukan penilaian aset tetap dilakukan dengan pendekatan salah satu kombinasi dari perbandingan data pasar, kalkulasi biaya dan kapitalisasi pendapatan sesuai Keputusan Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penilaian Barang Daerah
This research aims to analyze the effect of inventory in the form of logging, coding, grouping, recording and fixed assets valuation against to real fair value perception of balance sheet Banjarbaru Local Government. The analysis tools used are multiple regression with spss 21.0 software. The estimation of multiple regressionaims to seeing the influence of independent variables against to dependent variables in partial and collective. The analysis results to prove alternative hypothesis with the equations model are y = 2,236 + 0,153X1- 0,278X2- 0,036X3 + 0,315X4 + 0,141X5 which is concluded that the most influence variables perception of real fair value perception of balance sheet Banjarbaru Local Government is valuation variable (X5) with a level of significance is 0,000. The second one is recordingvariable (X4) with a level significance is 0,011. The other variables that affect the dependent variable is logging variables (X1) with a level of significance is 0,036 and coding variable (X2) which had a level of significance is 0,015. All of the The steps should be enhanced in asset management atprocess of inventorywork and valuation to improve fair value ofbalance sheet BanjarbaruLocal Government by increasing the quality of the database through a Regional Asset Management System (Sistem Manajemen Aset Daerah (SIMADA)) that have been run, to reactivate the proceduresof operationalsystem (Sistem Operasional Prosedur (SOP)) in the management of fixed assets in order to straight, efficient, effective and accountable, census ofphysic checksand document checks periodically to a unitof work is assisted by a prepared work program, memo paper was provided to note if any case of grant outside of office hours which assisted with training to improve of the importance understandingabout local government property management well and asset valuation withone of combination approachfrom comparason of market data, calculation of costs and income capitalization according to the domestic decision No. 12 on 2013 about Valuation of Property Local Government.
Kata Kunci : manajemen aset, inventarisasi, penilaian, aset tetap/barang milik daerah, alat analisis, Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan