Laporkan Masalah

SIMULASI PENJARANGAN PADA SISTEM AGROFORESTRI POLA CAMPUR DI DESA NGLANGGERAN, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL

YUNI ESTI LESTARI, Dr. Priyono Suryanto

2014 | Skripsi | BUDIDAYA HUTAN

Agroforestri di Desa Nglanggeran dikenal memiliki berbagai pola penanaman diantaranya pola campur (random mixture). Akan tetapi, sampai saat ini produktvitas sistem agroforestri tersebut belum mampu menunjang kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. Hal ini disebabkan oleh sistem pengelolaan dan manajemen silvikultur yang masih bersifat tradisional dengan mengedepankan prinsip “tebang butuh” sehingga cenderung mendorong terjadinya stagnasi pertumbuhan tanaman. Petani agroforestri berpedoman bahwa semakin banyak pohon maka semakin tinggi produktivitas pohon. Dengan demikian, karakteristik pohon dalam agroforestri secara umum mempunyai diameter yang kecil dan kerapatan yang relatif tinggi. Atas dasar ini maka diperlukan skema pengaturan penjarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun skema simulasi penjarangan pada sistem agroforestri campur berdasarkan peruntukannya. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan batasan campur jenis 75%. Jalur pengambilan Petak Ukur (PU) dibuat secara acak sebanyak 30 unit lahan dengan sistem nested sampling berukuran 20 m x 20 m. Analisis data untuk hubungan silvikultur campur dengan kenampakan tegakan melalui perhitungan Luas Bidang Dasar (LBDS), volume, visualisasi ruang. Perumusan simulasi penjarangan dilakukan dengan metode penjarangan tajuk menggunakan perhitungan nilai rasio kepadatan Stand Density Index (SDI) dan kerapatan (N/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan agroforestri pola campur (random mixture) di Desa Ngelanggeran tersusun oleh tegakan yang terdiri atas 15 jenis dari 10 famili. Skema penjarangan yang dapat dikembangkan untuk agroforestri ke depan yaitu dengan sistem penjarangan tajuk. Berdasarkan simulasi, potensi hutan rakyat (agroforestri) di Desa Ngelanggeran sebesar 37,69 m3/ha. Sementara itu, terdapat 23 PU yang telah dilakukan simulasi penjarangan dengan volume penjarangan yang diperoleh sebesar 26,60 m3/ha. Kata Kunci : Agroforestri campur, produktivitas, penjarangan

Agroforestry area in Nglanggeran is developed in multiple planting systems, one of the system is random mixture. However, until now the productivity of agroforestry systems have not been able to support the welfare of the community on an on going basis. This is due to the management and silvicultural management system that is still traditional, promoting the principle of “tebang butuh” thus tends to encourage plant growth stagnation. The land owner asserts that the more trees, the higher productivity of the tree. Thus, the characteristics of trees in agroforestry in general have a small diameter and relatively high density. Therefore, through this study, agroforestry management is expected to be better with the arrangement of space to grow to support optimum plant growth. In field, the data of standing was taken by purposive sampling method with rectriction at least 75% was mixture stand. Strip plots (PU) were randomly generated in 30 unit areas. Stand observation plots were made with nested sampling system, measuring 20 m x 20 m paced randomly. The data were analysis to gain information about relationship between mixture silvicultur and stand appearance through the calculation of basal area, volume, and space visualization. The formulation of thinning simulations was performed with selection thinning method using a calculation of the ratio of the density (SDI) and density (N/ha). The study found that the random mixture agroforestry in the village of Nglanggeran compiled by stands consists of 15 species from 10 families. The Standing stock of agroforestry in Nglanggeran village was 37.69 m3/ha. Meanwhile, there were 23 plots that thinning simulation had applied. Thinning volume obtained was 26.6 m3/ha. Keywords : Mixture Agroforestry, Productivity, Thinning

Kata Kunci : Agroforestri campur, produktivitas, penjarangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.