PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH EKSPANSIF STABILISASI KAPUR MODIFIKASI ABU VULKANIK MERAPI
SITI NURLITA FITRI, Devi Oktaviana Latif, ST., M.Eng
2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILTanah lempung pada umumnya merupakan tanah yang mempunyai plastisitas tinggi dengan tingkat kembang susut yang tinggi dan kuat dukung yang rendah. Banyak contoh kerusakan yang timbul akibat sifat lempung pada tanah ekspansif ini, seperti penurunan pondasi bangunan, retak dan gelombang pada struktur jalan raya, miringnya abutmen jembatan, dan lain-lain. Banyak hal yang dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah lempung ekspansif, salah satunya adalah stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah merupakan pencampuran tanah dengan bahan tertentu guna memperbaiki sifat tanah asli. Pada penelitian ini bahan tambah (stabilitator) yang dipakai adalah kapur dengan dimodifikasi dengan limbah abu vulkanik Gunung Merapi untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanisnya. Tanah lempung yang dipakai pada penelitian ini merupakan tanah lempung yang berasal dari Dusun Krebet, Kulon Progo Yogyakarta dengan variasi campuran abu vulkanik merapi sebanyak 15%, 20% dan 25% serta penambahan 5% kapur untuk setiap variasi campuran terhadap berat kering tanah dengan waktu pemeraman selama 1, 3, 7 dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu uji sifat fisis dan mekanis. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk setiap variasi campuran, proses curing campuran tanah+abu vulkanik+kapur dipengaruhi waktu. Nilai Batas Susut(SL) dan Indeks Plastisas(IP), dan koefisien permeabilitasnya cenderung semakin menurun pada hari ke 14. Sedangkan untuk nilai kohesi terjadi penurunan pada hari ke 3 lalu naik kembali seiring bertambahnya waktu pemeraman, sehingga nilai parameter kuat geser tanah meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu pemeraman yang dilakukan pada campuran tanah lempung maka semakin baik hasil yang di dapatkan untuk memperbaiki sifat tanah.
Clay soils have a high plasticity with a high degree of high shrinkage and low strenght. Many examples of damage arising from the nature of the expansive clay soils, such as a decrease in building foundations, crackes and waves on the highway structures, bridge abutments tilt, and others. Many things were done to improve the properties of expansive soils, like soil stabilization. Soil stabilization is a soil mixing with certain materials in order to improve the properties of the original soil. In this study, is used lime modified with Merapi volcano ash to improve the physical and mechanical properties as add material. Clay used in this study from Dusun Krebet, Kulon Progo Yogyakarta with a mixture of volcano ash trim variations of as much as 15%, 20% and 25% and 5% addition of lime for every variation of the dry weight of the soil mixture with curing time for 1, 3, 7 and 14 days. The tests were a test of physical and mechanical properties. The results show that for each variation of the mixture, the curing mixture of soil + volcano ash + limestone is influenced by the time. Shrinkage Limit, Plasticity Index (PI), and the permeability coefficient tends to decrease during 14th day. Meanwhile cohesion values decreased on 3rd day and then rise again with increasing curing aging time, so that the value of increased soil parameters was increased. Based on these results, it can be concluded that the longer the curing aging time on a mixture of clay, the better results will be obtained to improve soil properties.
Kata Kunci : -