PENGARUH PELATIHAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETRAMPILAN MAHASISWA PENGURUS PUSAT INFORMASI DAN KONSULTASI KESEHATAN
RIRIN HARINI, Ibrahim Rahmat.,S.Kp.,S.Pd.,M.Kes
2014 | Tesis | S2 Magister KeperawatanLatar belakang: Program dunia dalam Millenium Development Goals (MDGs) tentang pentingnya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja yang merupakan salah satu prioritas penanganan saat ini, maka telah ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia melalui Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan pemantauan dan evaluasi serta pemberian bimbingan teknis di bidang ketahanan remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe) secara optimal yaitu mengembangkan program Pusat Infomasi dan Konsultasi remaja dan atau mahasiswa (PIK KRR/M). Solusi yang bisa dilakukan dalam meningkatkan peran konselor sebaya adalah peningkatan kapasitas pengetahuan, sikap dan keterampilannya melalui pelatihan konselor sebaya. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pelatihan konselor sebaya terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa pengurus Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa (PIK-KRM) di Fikes Universitas Muhammadiyah Malang. Metode: Jenis penelitian adalah Quasi-Eksperiment dengan metode pre test and post test nonequivalent control group.). Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengurus PIK-KRM sejumlah 80 mahasiswa. Uji statistik yang akan digunakan untuk mengetahui pengukuran pengetahuan, sikap dan keterampilan antara sebelum dan sesudah perlakuan adalah dengan paired t test, independent sample t-test, uji regresi linier sederhana. Hasil : Berdasarkan hasil regresi dari pengaruh pemberian pelatihan konselor sebaya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pelatihan konselor sebaya memberikan pengaruh yang signifikan (bermakna) terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan (post test) mahasiswa pengurus PIK-KRM. Kesimpulan:Pelatihan konselor sebaya dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada mahasiswa pengurus Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa (PIK-KRM) dalam melakukan konseling pada teman sebaya tentang TRIAD KRR (Seksualitas, HIV/AIDS dan Napza).
Background: Nowadays, the goal ofThe Millennium Development Goals(MDGs) to improve maternal health is one of the priorities of many countries. The Indonesian Government, by the National Family Planning Board (BKKBN), has followed up by monitoring and evaluating programs which is realized by providing technical guidance resilience in young people through Generation Planning program and developing Pusat Infomasi dan Konsultasi Remaja dan/atau Mahasiswa (PIK KRR/MThe solutions to improve the role of peer counselors are increasing the capacity of knowledge, attitudes, and skills through the training of peer counselors. Objective: To determine the effects of peer counselor training on knowledge, attitudes, and skills of PIK-KRM board in Faculty of Health, University of Muhammadiyah Malang. Methods: The study was a Quasi - experiment with methods of pre-test and post-test nonequivalent control group. Participants of this study are the board of PIK KRM amount 80 students as sampling Statistical test will be used to determine the measurement of knowledge, attitudes and skills between before and after treatment was with paired t – test, independent sample t-test, simple linear regression Results: Results of independent t test showed a significance value of P < 0.05 means that there is a difference Ho rejected scores of knowledge, attitude and skills of PIK KRR/M board at the time of post-test, between control and treatment groups. Conclusion: Training peer counselors can improve knowledge, attitudes and skills of PIK KRR/M board in order to do the peer counseling about TRIAD KRR (seksuality,HIV/AIDS,Drug).
Kata Kunci : konselor sebaya, pengetahuan, sikap, keterampilan, pelatihan, mahasiswa pengurus PIK, kesehatan reproduksi mahasiswa