Laporkan Masalah

Humanitarian Approach dalam Konflik Separatisme di Papua

natasha godeliva, Drs. Muhadi Sugiono, M.A.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Pendekatan kemanusiaan merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam penyelesaian konflik. Prinsip-prinsip kemanusiaan tersebut menjadi landasan melihat dan menangani konflik tersebut untuk mempertimbangkan unsur manusia dalam hal menyelamatkan nyawa, meringankan penderitaan, dan menjaga martabat manusia tersebut. Untuk konflik yang telah berlangsung sangat lama dan belum ada upaya penyelesaian yang tepat bagi pihak-pihak yang berkonflik, pendekatan kemanusiaan yang dijembatani oleh dialog damai dapat menjadi instrument terbaik untuk dapat mentransformasi konflik menjadi suatu upaya membina damai dalam jangka panjang. Konflik-konflik yang terjadi di Papua berakar pada empat hal menurut LIPI, yang pertama adalah marjinalisasi dan diskriminasi yang dirasakan oleh orang asli Papua sebagai akibat pembangunan ekonomi serta kebijakan budaya dan migrasi massal yang terjadi sejak tahun 1970 hingga hari ini, yang kedua adalah kegagalan pembangunan, yang ketiga adalah kontradiksi pemahaman sejarah integrasi dan konstruksi identitas politik di antara Papua dan Jakarta, serta yang keempat adalah pengalaman sejarah panjang kekerasan politik di Papua, terutama yang dilakukan oleh aktor Negara terhadap warga Negara Indonesia di Papua. Pergeseran akar-akar konflik juga berakibat mengaburkan akar konflik Papua sehingga semakin sulit untuk diidentifikasi. Untuk dapat menangani konflik Papua yang pada dasarnya merupakan permasalahan kemanusiaan, dibutuhkan pendekatan kemanusiaan untuk dapat melihat konflik-konflik dari sumbernya hingga akibat-akibat dari konflik tersebut yang sampai menuntut kemerdekaan akibat akar konflik yang belum terelesaikanSumber-sumber konflik separatisme di Papua harus ditransformasikan menuju perdamaian yang berkelanjutan agar masyarakat Papua dan Pemerintah Indonesia masing- masing mendapatkan solusi yang terbaik untuk dapat mempertahankan kedaulatan NKRI dengan cara-cara damai.

Humanitarian approach is one of the instruments used in conflict resolution. The humanitarian principles become the groundwork in seeing and managing conflict to consider humanitarianism in saving lives, alleviating suffering, and maintaining dignity. For the conflict which last long and there is no propoper settlement efforts for each parties yet, humanitarian approach which is bridged by a peaceful dialogue can be the best instrument to transform the conflict into a sustainable peace building effort. Conflicts that happen in Papua are rooted in 4 causes according to LIPI (Indonesian Institute of Science), the first one is marginalization and discrimination perceived by the indigenous Papuan as the result of economic development, cultural policy, and also mass migration that have happened since 1970s. The second cause is the development failure; the third is contradiction in comprehending the integration history and political identity construction between Papua and Jakarta; and the fourth is the experience of a long history of political violence, particularly the one which done by the central government against Indonesian people in Papua. Shifting the roots of the conflict also resulted in the Papua conflict obscured and more difficult to be identified. To be able to handle conflict in Papua which is basically a humanitarian issue , it takes a humanitarian approach to to look at conflicts from the source to the consequences of the conflict that demanded independence due to the roots of conflict that have not done . The sources of conflict in Papua separatism should be transformed towards a sustainable peace that the indigenous people of Papua and the Indonesian government each get the best solution to maintain the sovereignty of the Republic of Indonesia by peaceful means

Kata Kunci : Papua, Pendekatan Kemanusiaan, Separatisme Papua, Dialog Kemanusiaan Papua.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.