Laporkan Masalah

KEANEKARAGAMAN ANGGOTA INVERTEBRATA BENTHIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SANGON, KOKAP, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

YAHYA HANAFI, Dr. Suwarno Hadisusanto

2014 | Tesis | S2 Biologi

Kegiatan pertambangan emas tradisional di Sangon, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta berpotensi untuk mencemari perairan Sungai Sangon. Dampak dari proses dan limbah kegiatan pertambangan yang masuk ke sungai dapat mengubah kondisi fisiko kimiawi perairan dan sedimen. Perubahan parameter fisiko-kimiawi perairan dan sedimen akan direspon oleh biota yang hidup di sungai, salah satunya adalah invertebrata benthik. Setiap perubahan kondisi parameter fisikokimiawi di perairan dan sedimen akan direspon oleh invertebrata benthik sehingga dapat dijadikan sebagai bioindikator di lingkungan perairan sungai. Lokasi penelitian di stasiun I – IV Sungai Sangon, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada akhir musim penghujan, bulan Maret – April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman anggota invertebrta benthik dan memperkirakan kondisi kualitas perairan Sungai Sangon. Berdasarkan indeks diversitas Shannon – Wiener dan skor indeks biotik BMWP, kondisi kualitas perairan Sungai Sangon diperkirakan berada dalam kategori tercemar sedang. Dampak kegiatan penambangan dan proses pengolahan emas yang masuk ke perairan Sungai Sangon dapat mengubah kondisi fisikokimiawi perairan dan sedimen, berpengaruh terhadap keanekaragaman anggota invertebrata benthik meliputi parameter kadar fosfat (PO4), bahan organik, merkuri (Hg) dan kadar nitrat (NO3) sedimen Sungai Sangon. Skor indeks Biotik BMWP menunjukkan famili yang banyak dijumpai dengan skor indeks BMWP rendah (lebih toleran terhadap polutan) yaitu Baetidae, Elmidae, Pleidae, Chironomidae, dan Tubificidae. Kelompok famili tidak toleran terhadap polutan yang dijumpai yaitu : Heptageniidae, Caenidae, Perlidae, Aeshnidae dan Ephemerellidae. Kelompok famili sangat toleran terhadap polutan yang dijumpai di semua stasiun pengamatan adalah Chironomidae

Traditional mining gold activities in Sangon, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta potentially waters contaminate Sangon Stream. Impact of processing gold and from waste disposal mining activities into stream water get changes chemical – physics waters and sediment. Chemical – physics waters and sediment changes will response by organism that life in stream, one of them is benthic invertebrates. Every chemical – physics waters and sediment changes will response by benthic invertebrates, therefore become bioindicator waters quality. The research located in stasiun I – IV Sangon Stream, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Reserch held on Maret – April 2013, in the ending of rainy season. This research aim to examine diversity of benthic invertebrates members and to estimated waters quality Sangon stream. Shannon-Wiener diversity index and BMWP biotic index estimated the waters quality Sangon Stream within category moderate contaminated. The impact of mining activities and processing gold that go into waters area, get changes chemical – physics waters parameters and sediment such as like the value of phospate (PO4), mercury (Hg), nitrate (NO3), organic matters in the Sangon Stream sediment and influence the diversity of benthic invertebrates members. Biotic index BMWP score indicated many family taxa founded with low score (more tolerant with pollution) that is Baetidae, Elmidae, Pleidae, Chironomidae, and Tubificidae. Family group which very intolerant of pollution that found in this research is Heptageniidae, Caenidae, Perlidae, Aeshnidae and Ephemerellidae. Whereas family group very tolerant of pollution which found in every stations is Chironomidae.

Kata Kunci : Sungai Sangon, bioindikator, indeks Shannon-Wiener, indeks biotik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.