Laporkan Masalah

STUDI MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKIT HEWAN PROF. SOEPARWI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA PADA TAHUN 2009-2012

DWI CAHYO BUDI SETIAWAN, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt.

2014 | Tesis | S2 Mag.Manaj.Farmasi

Rumah sakit merupakan sarana penunjang kesehatan, yang berperan dalam penyediaan, penyaluran, penggunaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan. Penelitian tentang manajemen farmasi rumah sakit secara umum telah sering dilakukan tetapi penelitian tentang manajemen farmasi rumah sakit hewan belum dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang manajemen obat yang dilakukan oleh RSH Prof. Soeparwi pada tahun 2009-2012 yang meliputi tahap seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan penggunaan, serta mengetahui efisiensi manajemen obat di RSH Prof. Soeparwi ditinjau dari segi manajemen Rumah Sakit secara umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dan concurent. Data retrospektif yaitu data pada tahun 2009-2012 sedangkan data concurent diperoleh pada tahun 2013. Data tersebut berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara yang mendalam kepada semua pihak terkait di RSH. Data kuantitatif diperoleh dari survei terhadap obat, resep dan laporan direktur RSH. Data yang diambil dianalisa dibandingkan dengan indikator efisiensi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Departemen Pertanian dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak hal yang ditinjau menurut indikator dari Depkes, WHO dan aturan dari Deptan telah sesuai dengan ketentuan, seperti kesesuaian item obat dengan Undang-undang/peraturan, kecocokan tingkat kesesuaian item obat dengan kartu stok dan ketepatan distribusi obat mencapai 100%. Kesesuaian ketersediaan obat dengan pola penyakit, Turn Over Ratio, stock mati tidak dapat dihitung. Frekuensi pengadaan tiap item di dominasi oleh obat berfrekuensi rendah. Persentase alokasi dana pengadaan obat untuk tahun 2010-2012 berkisar antara 22,1-27,6%. Sistem penataan obat dengan metode First Expired First Out (FEFO). Persentase obat yang kadaluarsa atau rusak pada tahun 2012 sebesar 2,1%. Rata-rata waktu pelayanan resep untuk obat jadi selama 11,9 menit dan untuk obat racikan selama 16,7 menit, rata-rata jumlah item obat perlembar resep, persentase obat dengan nama generik, persentase resep dengan antibiotika, persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase peresepan polifarmasi yang tinggi mengindikasikan harus adanya perbaikan ke depan dalam hal manajemen obat di RSH Prof. Soeparwi

Hospital is health facilites that provide, give and use pharmaceutical drugs and medical equipment. Hospital study have been discussed before but veterinary hospital study have not been discussed yet. This study was conducted to give a portrait of drugs management used by Prof. Soeparwi Veterinary Hospital during 2009-2012 include selection process, procurement, distribution, and use with efficiency that looked from the perspective of general hospital management. This study were retrospective and concurent descriptive study. Retrospective data was taken during 2009-2012, while concurent data were from 2013. The data was qualitative and quantitative data. Qualitative data were obtained using depth interviews with related parties, while quantitatives data were obtained from survays on drugs, prescriptions and the director annual report. The taken data were analyzed using efficiency indicators from Department of Health Republic of Indonesia, Department of Agriculture, and WHO. The result indicated that a lot of factors according to the Department of Health, WHO and Department of Agriculture were match with the rules, such as the conformity of drugs with the rules, the conformity of drugs with stock card, and the precision of drugs distribution, which reach 100 %. The data of conformity of disease pattern and drugs availability, Turn Over Ratio and unmove stock were unable to collect. Procurement frequency dominated by low frequent drugs. Percentage of drugs budget 22.1- 27.6% during 2010-2012 . The drugs setting with First Expired First Out (FEFO) method. Percentage of damaged and expired drugs in 2012 were 2.1%. The average of services on the drugs were 11.9 minutes on ready drugs dan 16.7 minutes on pulveres drugs. The average of the drugs on a prescriptions, drugs percentage with generic named , percentage on prescription with antibiotics, percentage of injection prescription , percentage polifarmasi that high indicated there must be improvement in drugs management for the future at RSH Prof. Soeparwi

Kata Kunci : manajemen obat, rumah sakit hewan, efisiensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.