PENGARUH PEMBERIAN METFORMIN DAN TELMISARTAN TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS PENDERITA SINDROM METABOLIK DENGAN NON-ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE (NAFLD)
dr. Nur Rahmi Ananda, dr. Putut Bayupurnama, Sp.PD, K-GEH.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit DalamSindrom metabolik merupakan sindrom yang terdiri atas faktor-faktor yang saling berhubungan dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, yaitu diabetes melitus (DM) atau peningkatan glukosa darah puasa, obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi. Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) dianggap merupakan manifestasi hepatal dari sindrom metabolik dengan resistensi insulin sebagai kunci patogenesisnya. Hubungan yang kuat antara resistensi insulin, peningkatan kadar asam lemak bebas dan terjadinya NAFLD menyebabkan pemakaian obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas insulin diduga akan mempengaruhi kadar asam lemak bebas dan berguna untuk pencegahan dan perbaikan NAFLD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian metformin dan telmisartan terhadap kadar asam lemak bebas pasien sindrom metabolik dengan NAFLD. Penelitian ini menggunakan before-after design untuk mencari kadar asam lemak bebas sebelum dan sesudah terapi metformin dan telmisartan selama 12 minggu. Penelitian dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam Sub Bagian Endokrinologi RSUP dr Sardjito. Waktu penelitian dimulai bulan November 2012 sampai bulan Januari 2013. Perbedaan rerata data sebelum dan sesudah terapi diuji dengan análisis paired t-test atau Wilcoxon. Tingkat kemaknaan bila p<0,05, dengan tingkat kepercayaan 95%. Terkumpul 19 orang subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari keseluruhan subyek, hanya 18 orang yang dimasukkan dalam analisis. Didapatkan penurunan kadar asam lemak bebas yang bermakna setelah pemberian metformin dan telm isartan selama 12 minggu {p= 0,009 (80,167 - 473,253), interval kepercayaan 95%. Penurunan kadar asam lemak bebas ini sejalan dengan perbaikan parameter sÃndrom metabolik yang meliputi turunnya berat badan, lingkar pinggang dan kadar gula darah puasa walaupun hasilnya tidak bermakna secara statistik. Pemberian metformin dan telmisartan selama 12 minggu pada penelitian ini dapat menurunkan kadar asam lemak bebas plasma secara bermakna pada pasien sindrom metabolik dengan NAFLD
consist of diabetes and raised fasting plasma glucose, abdominal obesity, high cholesterol and high blood pressure. Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) is considered as manifestation of the hepatal metabolic syndrome, and insulin resistance plays a role in its pathogenesis. Strong association between insulin resistance, elevated of free fatty acids levels and NAFLD causes the use of drugs that improve insulin sensitivity is expected to affect the plasma free fatty acids levels and can be use for preventing and improving NAFLD. This study aims to determine the effect of metformin and telmisartan on plasma free fatty acids levels in patients with metabolic syndrome and NAFLD. This study used a one group pretest-posttest design to look for plasma free fatty acid levels before and after the administration of metformin and telmisartan for 12 weeks. The study was conducted at the Endocrinology Clinic, Dr. Sardjito Hospital. The study began in November 2012 until January 2013. Plasma free fatty acid levels difference before and after treatment were statistically assessed by paired t-test or Wilcoxon test. Differences are considered significant if P <0.05 with 95% confidence interval. There are 19 subjects who meet the inclusion and exclusion criteria, only 18 subjects included in the analysis. Mean plasma free fatty acids levels decreases significantly after administration of metformin and telmisartan for 12 weeks, {p = 0.009 (80.167 to 473.253), 95% confidence interval}. This finding was in line with the improvements on metabolic syndrome parameters including weight loss, waist circumference and fasting blood glucose levels even though the results were not statistically significant. Metformin and telmisartan therapy for 12 weeks in patients with metabolic syndrome and NAFLD can significantly reduce levels of plasma free fatty acids.
Kata Kunci : sindrom metabolik, non alcoholic fatty liver disease (NAFLD), asam lemak bebas, metformin, telmisartan