Laporkan Masalah

PERANCANGAN RANTAI PASOK BIOETANOL DENGAN BAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DI INDONESIA

DINAN WINARDO, Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D.

2014 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

Permasalahan energi telah menjadi isu global pada berbagai negara diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Meningkatnya standar hidup mengakibatkan adanya peningkatan terhadap kebutuhan energi nasional yang khususnya didominasi oleh sektor transportasi. Peningkatan terhadap kebutuhan energi mengakibatkan semakin berkurangnya pasokan minyak mentah dalam negeri. Untuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak di Indonesia, pemerintah telah membuat langkah strategis untuk menggunakan bahan bakar alternatif sebagai pencampur salah satunya adalah penggunaan bioetanol sebagai bahan campuran terhadap bahan bakar minyak. Untuk mendukung upaya pemerintah diperlukan suatu analisis mengenai pemilihan lokasi pabrik bioetanol dan kapasitas produksi setiap harinya di Indonesia guna menciptakan jaringan rantai pasok bioetanol yang berkelanjutan. Model matematis yang dibangun merupakan model mixed integer linear programming dengan karakteristik sistem deterministik. Parameter yang digunakan dalam model optimasi adalah jarak rute transportasi, biaya bahan bakar, biaya investasi dan operasional. Fungsi obyektif pada model ini adalah meminimasi biaya logistik secara keseluruhan. Selanjutnya model matematis dibangun dengan menggunakan add in CPLEX. Hasil yang didapatkan berupa keputusan untuk membuka 37 lokasi pabrik bioetanol dari 44 lokasi potensial pabrik bioetanol di Indonesia dengan total biaya sebesar 4.2 Miliar rupiah. Sementara Analisis sensitivitas memberikan hasil dimana seluruh parameter model berpengaruh terhadap keputusan pembukaan pabrik. Sementara parameter demand bioetanol memberikan pengaruh yang paling signifikan terhadap perubahan total biaya keseluruhan.

Energy problem has become a global issue in many countries around the world, including in Indonesia. Rising living standards lead to an increase in the nation's energy needs are particularly dominated by the transport sector. The increase in the energy requirements result in the reduction in the supply of domestic crude oil. To limit the use of fuel oil in Indonesia, the government has made a strategic move to use alternative fuels as mixing one of them is the use of bioethanol as a mixture of the fuel oil. To support the government's efforts be required an analysis of the bioethanol plant site selection and daily production capacity in Indonesia to create a network of sustainable bioethanol supply chain. The mathematical model is constructed mixed integer linear programming model with the characteristics of a deterministic system. The parameters used in the optimization model is the transport distance, demand, capacity of plant, the cost of fuel, investment and operational costs. The objective function in this model is to minimize the overall logistics costs. Furthermore, a mathematical model was built by using the add-in CPLEX. The results obtained in the form of a decision to open 37 locations bioethanol plant of 44 potential sites bioethanol plant in Indonesia with a total cost of 4.2 billion dollars. While the sensitivity analysis results in which all model parameters affect the decision opening the factory. While bioethanol demand parameters provide the most significant effect on the overall change in the total cost.

Kata Kunci : Bioetanol, Mixed Integer Linear Programming, Deterministik, Analisis Sensitivitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.