Karakteristik Mikrobiologis, Fisik dan kimia Digesta Tikus Diabetes Induksi STZ-NA yang diberi Diet Kefir Kombinasi Susu Kambing dan Susu Kedelai
Fafa Nurdyansyah, Prof. Dr.Ir. Eni Harmayani, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganKomposisi mikrobiota usus berperan penting dalam perkembangan penyakit diabetes dalam kaitannya dengan resiko inflamasi. Salah satu cara untuk menurunkan resiko inflamasi pada penderita DM yaitu dengan terapi konsumsi probiotik dan prebiotik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komponen prebiotik (fruktooligosakarida dan rafinosa) kefir susu kambing yang disuplementasi susu kedelai dan pengaruh penambahannya terhadap pertumbuhan bakteri uji pada media MRS broth serta pengaruh pemberian kefir terhadap profil mikrobiota digesta dan sifat kimia digesta tikus diabetes. Tahapan penelitian meliputi : pembuatan kefir dengan 3 komposisi yaitu 100% susu kambing(SKB), 50%:50% susu kedelai dan susu kambing(campuran/SCM), serta 100% susu kedelai(SKD), kemudian pengujian pengaruh penambahan kefir masing-masing komposisi pada media MRS broth dengan menginkubasi kultur E.coli, Bifidobacter longum, dan L.acidophillus dalam media MRS broth kemudian dienumerasi menggunakan media selektif pada jam ke- 0, 24, dan 48. Pengujian kefir in vivo dilakukan terhadap 5 kelompok perlakuan tikus meliputi : Kelompok I (tikus normal), Kelompok II (tikus diabetes/tanpa perlakuan), kelompok III (tikus diabetes+kefir SKB), kelompok IV (tikus diabetes+kefir SCM), dan kelompok V (tikus diabetes+kefir SKD). Setelah akhir masa perlakuan dilakukan analisa profil bakteri Lactobacilli, Bifidobacter dan E.coli digesta serta pengujian short chain fatty acid /SCFA, kadar air, pH dan berat digesta. Hasil Penelitian menunjukkan total komponen prebiotik (FOS+rafinosa) setelah fermentasi masing-masing sebesar 2048.37; 1803.41; 1814.25 mg/L pada kefir susu kambing, susu kedelai, dan susu campuran, pengujian terhadap kultur bakteri uji menunjukkan bahwa kefir susu kedelai, susu campuran dan susu kambing mendukung pertumbuhan bakteri L. acidophilus,dan B. longum secara signifikan (P<0.05) dibandingkan standar glukosa pada jam ke-24 dan 48, sedangkan pertumbuhan E.coli lebih rendah pada media yg mengandung kefir. Pengujian in vivo menunjukkan bahwa pemberian kefir SCM dapat meningkatkan populasi probiotik serta menekan populasi patogen dalam digesta tikus diabetes dibandingkan dengan kelompok perlakuan kefir lainnya maupun kelompok kontrol secara signifikan (P<0.05). Kelompok kefir SCM juga meningkatkan total SCFA dan menurunkan pH digesta akan tetapi kadar air dan berat digesta tidak berpengaruh signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian pemberian kefir susu kambing yang disuplementasi susu kedelai berpotensi sebagai pangan fungsional terapi penderita diabetes.
The aim of this research was to evaluate changing in prebiotic component (fructo-oligosaccharides/FOS and rafinose) during kefir fermentation of goat-andsoymilk combination and its addition effect on growth of tested bacteria in MRS broth media, and also to evaluate goat-and-soymilk kefir administration on microorganism profile and physico-chemical characteristic of diabetic rats digesta. First stage of the research was 3 kinds of kefir preparation using goat milk (GM), mixture of goat milk : soymilk with 1:1 ratio (GSM), and soymilk (SM). Second stage analysis on each kefir addition effect on E.coli, Bifidobacterium longum, and Lactobacillus acidophillus culture in MRS broth media before enumerated in selective media at 0, 24, and 48 hours. Third stage was in vivo study using 5 groups of rats : Group I was normal rats, Group II was diabetic control rats, while Group III, IV, and V were diabetic rats administered with GM kefir, SM kefir, and GSM kefir, respectively. In the end of treatment period, profile of Lactobacilli, Bifidobacter and E.coli bacteria, short chain fatty acid/SCFA, moisture content, pH, and weight of digesta were analyzed. During kefir fermentation, FOS and rafinose were decrease in all milk kefir. Analysis on tested bacteria indicating utilization selectivity of kefir prebiotic component by Lactobacillus acidophilus, and Bifidbacterium longum which were higher than E. coli at 24 and 48 hours. In vivo study showed that diabetic rats administered with GSM kefir had significantly higher Lactobacilli and Bifidobacter population with lower E.coli compared to diabetic and normal rats, as well as rats administered with GM and SM. Rats administered GSM kefir had digesta with highest SCFA and lowest pH compared to normal, GM, and SM groups. Treatment had no significant effect on digesta weight, while digesta moisture content was lower on GM group. In conclusion, kefir made of goat-andsoymilk combination had high potential as therapeutic functional food for diabetic patients.
Kata Kunci : kefir, susu kambing, susu kedelai, prebiotik, diabetes