POLA PERGERAKAN SPASIAL WISATAWAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
NIKO WHISNU A., Widyasari Her Nugrahandika, ST., M.Sc
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAProvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki banyak potensi wisata mulai dari wisata budaya, wisata alam, wisata belanja dan kegiatan wisata lainnya. Keberagaman karakteristik wisatawan yang datang ke Yogyakarta merupakan faktor penyebab variasi pola pergerakan antara wisatawan domestik dan wisatawan asing. Dengan mengetahui pola pergerakan wisatawan Kota Yogyakarta ini juga menggambarkan kualitas-kualitas obyek dan daya tarik wisata yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi pola pergerakan spasial antara wisatawan asing, domestik dan kelompok di Kota Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola pergerakan wisatawan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus, dengan pendekatan deduktif kualitatif yang mana penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif. Untuk mengidentifikasi pola pergerakan adalah dengan menggunakan teori Leu dan McKercher, yakni single pattern (single point), multiple patern (base site, stopover, dan chaining loop), serta complex pattern (destination region loop dan complex neighbourhood). Pola pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara di Yogyakarta membentuk pola-pola khusus diantaranya base site, chaining loop, complex neighborhood, dan destination region loop. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pergerakan base site, chaining loop, destination region loop, dan complex neighbourhood yaitu waktu kunjungan, jarak perjalanan dari dan menuju ke obyek wisata dan mobilitas wisatawan
Special Region of Yogyakarta (DIY) has a lot of tourism potential ranging from cultural tourism, nature tourism, shopping and other tourist activities. The diversity of the characteristics of tourists who come to Yogyakarta is a factor causing variation in movement patterns between domestic tourists and foreign tourists. By knowing the pattern of movement of in the city of Yogyakarta also describes the qualities of objects and tourist attraction there. The purpose of this study was to identify spatial patterns of movement among foreign tourists, domestic and groups in the city of Yogyakarta and the factors that influence the movement patterns of tourists in the city of Yogyakarta. This study uses a case study method, the deductive approach where qualitative research will yield descriptive data. To identify patterns of movement is to use the theory of Leu and McKercher, namely single pattern (single point), multiple patern (base site, stopover, and chaining loops), and complex pattern (destination region loops and complex neighborhood). The pattern of movement of domestic and foreign tourists in Yogyakarta special shape patterns including base site, chaining loops, complex neighborhood, and the destination region loops. Factors influencing movement patterns base site, chaining loop, destination region loop, and complex neighborhood that time of visits, the travel distance to and from the tourist attractions and mobility.
Kata Kunci : obyek wisata, pola pergerakan, faktor