Laporkan Masalah

GAMBARAN KESESUAIAN PENENTUAN DIAGNOSIS UTAMA PASIEN JAMKESDA KASUS PENYAKIT DALAM RS AKADEMIK UGM BERDASARKAN ICD-10

SHEILA ERA FATMAWATI, dr. Arida Oetami, M. Kes.

2014 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS

Latar Belakang Masalah : Kesesuaian dalam penegakan dan penentuan diagnosis utama sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya penggantian biaya (klaim) dari badan penyelenggara terhadap rumah sakit selaku penyelenggara pelayanan kesehatan. Ketidakkesesuaian dalam penegakan dan penentuan diagnosis utama dapat mengakibatkan kerugian dari pihak rumah sakit dan pihak badan penyelenggara jaminan kesehatan (UPT JPKM). Untuk menentukan besarnya biaya perawatan pada pasien Jamkesda penentuan dan penulisan diagnosis utama pada pasien Jamkesda menggunakan ICD-10. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di RS Akademik UGM Yogyakarta, peneliti menemukan beberapa penentuan diagnosis utama pada pasien Jamkesda rawat inap pada kasus penyakit dalam yang tidak sesuai dengan aturan atau rules yang terdapat dalam ICD-10. Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran kesesuaian penentuan diagnosis utama pasien Jamkesda dengan kasus penyakit dalam di RS Akademik UGM dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaiannya. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian cross-sectional. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat angka ketidaksesuaian penentuan diagnosis utama pasien Jamkesda sebanyak 29 kasus dari 107 kasus penyakit dalam dan faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian itu adalah kurangnya sumber daya manusia (petugas verifikator), kurangnya pengetahuan sumber daya manusia dalam menggunakan ICD-10, belum ada SOP yang mengatur pelaksanaan terkait penentuan diagnosis pasien berdasarkan ICD-10 dan belum ada pelatihan terkait penggunaan ICD-10. Kata Kunci : Kesesuaian, Ketidaksesuaian, Penentuan, Diagnosis Utama, Jamkesda, Penyakit Dalam, ICD-10

Background : Suitability in enforcement and determination of the primary diagnosis affects the size of the replacement costs (claims) of the administering body to the hospital as a health care provider. Unsuitability in enforcement and determination of the primary diagnosis may result in the loss of the hospital and the insurance carrier body (UPT Managed Care). To determine the cost of care in patients Jamkesda determination and writing Jamkesda primary diagnosis in patients using ICD-10. Based on a preliminary study conducted by researchers at UGM Academic Hospital, researchers found some determination of the primary diagnosis in patients Jamkesda hospitalizations in the disease that does not comply with the rules or the rules contained in the ICD-10. Goals : Reveal the suitability determination Jamkesda patients with a primary diagnosis o fdisease cases in UGM Academic Hospital and the factors affecting in compatibility. Methode : Type a descriptive study with a qualitative approach. Cross-sectional study design. Results : Results from this study is that there is a discrepancy rate determination of the primary diagnosis were 29 cases of patients Jamkesda of 107 cases of medicine and the factors that cause such a discrepancy is the lack of human resources(personnel verifier), lack of knowledge of human resources in the use of ICD-10 ,there are no related SOPs governing the implementation of the determination of the patient's diagnosis based on ICD-10 and no training related to the use of ICD-10. Keywords : Suitability, Unsuitability, Determination, PrimaryDiagnosis, Jamkesda, Internal Disease, ICD-10

Kata Kunci : Kesesuaian, Ketidaksesuaian, Penentuan, Diagnosis Utama, Jamkesda, Penyakit Dalam, ICD-10


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.