Evaluation of Retention Basin Establishment to Reduce Flood Risk on Crops by Using Flood Modeling in Logung Sub-Catchment, Juwana Catchment, Central Java, Indonesia
Fitrie Atviana N, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.
2014 | Skripsi | S2 Ilmu LingkunganJuwana merupakan sebuah daerah aliran sungai (DAS) yang sering mengalami kejadian banjir dengan dampa yang cukup signifikan. Sejak tahun 2010 manajemen resiko banjir telah diterapkan pada daerah aliran sungai ini yang meliputi pembangunan kolam retensi dan dam di wilayah Sub-DAS Logung yang pelaksanaannya direncanakan berlangsung pada tahun 2014. Keberadaan kolam retensi dan dam untuk membantu mengurangi dampak dan risiko banjir khususnya terhadap wilayah Sub-DAS Logung harus dievaluasi. Penelitian ini terdiri dari penilaian risiko banjir sebelum dan sesudah pendirian bangunan dam dan kolam retensi menggunakan OpenLISEM untuk memodelkan banjir dan menghasilkan peta bahaya. Penilaian kerentanan difokuskan pada tanaman pangan yakni: cabai merah, semangka, tebu dan padi. Tanaman tersebut merupakan tanaman pangan dominan di daerah banjir di bagian hilir Sungai Logung. Hasil evaluasi resiko banjir menunjukkan kolam retensi dan bangunan dam hanya mengurangi total debit dan luasan banjir untuk periode ulang 2 dan 10 tahun, tetapi tidak berpengaruh terhadap pengurangan resiko banjir untuk periode ulang 25 tahun. Kata kunci: penilaian resiko banjir, kerentanan tanaman pangan, OpenLISEM, Sub-DAS Logung, evaluasi kolam retensi dan dam
Juwana Catchment has been suffering several major past flood events with significant loss. Since 2010, the flood risk management is applied in this catchment includes the plan of retention basin and dam development in Logung Sub-Catchment in 2014. The establishment of retention basin and dam to reduce the flood risk especially in Logung Sub-Catchment should be evaluated. This study conducted an assessment of flood risk before and after the establishment by using OpenLISEM as flood model to generate the flood hazard map. The vulnerability assessment is focused on crops with four crops type: red chili, watermelon, sugarcane and paddy. These crops are the predominant crops on the flood prone area. Risk evaluation shows that the retention basin and dam only reduce the total discharge for 2 years and 10 years return period but for 25 years return period the retention basin and dam are giving very small influence to reduce flood risk. Keywords: Flood risk assessment, crops vulnerability, OpenLISEM, Logung Subcatchment, retention basin and dam evaluation
Kata Kunci : penilaian resiko banjir, kerentanan tanaman pangan, OpenLISEM, Sub-DAS Logung, evaluasi kolam retensi dan dam