Laporkan Masalah

Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Fondaparinux Dibandingkan Enoxaparin pada Pasien Sindroma Koroner Akut Tanpa Elevasi Segmen ST

DINA CATUR HAPSARI, Prof. Dr. Suwaldi, M.Sc., Apt.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Sindroma koroner akut (SKA) merupakan salah satu manifestasi klinis penyakit jantung koroner yang disebabkan adanya ketidakseimbangan antara pasokan oksigen dengan kebutuhan oksigen di miokardium. Penggunaan terapi antikoagulan pada SKA dapat mengurangi kejadian kardiovaskuler, tetapi juga sangat berhubungan dengan risiko pendarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas dan keamanan penggunaan antikoagulan fondaparinux dan enoxaparin pada penanganan SKA tanpa elevasi segmen ST. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif dengan penelusuran data rekam medik pasien SKA tanpa elevasi segmen ST di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta selama bulan Januari 2012 hingga Desember 2013. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 120 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok fondaparinux dan kelompok enoxaparin. Penelusuran efektivitas meliputi jumlah pasien yang tidak mengalami infark miokard dan iskemik berulang, sedangkan keamanan meliputi jumlah pasien yang tidak mengalami kejadian pendarahan mayor dan minor selama perawatan di rumah sakit. Jumlah pasien yang tidak mengalami infark miokard pada kelompok fondaparinux sebanyak 57 pasien (95%) dan kelompok enoxaparin sebanyak 53 pasien (88,3%) (p=0,186; RR=1,075; 95% CI 0,965 – 1,199). Perbedaan jumlah pasien yang tidak mengalami iskemik berulang yaitu 48 pasien pada kelompok fondaparinux (80%) dan 44 pasien pada kelompok enoxaparin (73,3%) (p=0,388; RR=1,091; 95% CI 0,895 – 1,330). Pada kelompok fondaparinux sebanyak 49 pasien (81,7%) tidak mengalami pendarahan minor, sedangkan pada kelompok enoxaparin sebanyak 39 pasien (65%) (p=0,039; RR=1,256; 95% CI 1,007 – 1,567). Pendarahan mayor tidak ditemukan pada kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah efektivitas fondaparinux sama dengan enoxaparin, sedangkan keamanan fondaparinux lebih baik dibandingkan enoxaparin pada penanganan SKA tanpa elevasi segmen ST di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Kata kunci: sindroma koroner akut tanpa elevasi segmen ST (SKA TESST), enoxaparin, fondaparinux, pendarahan, infark miokard, iskemik berulang

Acute coronary syndrome (ACS) is a clinical manifestation of coronary heart disease that be caused by an imbalance between oxygen supply and oxygen demand in the myocardium. The use of anticoagulant therapy in ACS can reduce cardiovascular events, but it is also associated with the risk of bleeding. The objective of this study is to assess the effectiveness and safety of fondaparinux and enoxaparin in ACS without ST segment elevation. This study is a retrospective cohort study with browsing medical records of patients with non ST segment elevation ACS at Panti Rapih Hospital Yogyakarta during January 2012 until December 2013. The number of patients who meet the inclusion and exclusion criteria as many as 120 patients were divided into 2 groups of 60 patients each.The effectiveness end points are the number of patients without myocardial infarction and recurrent ischemic during hospitalization. The safety end points are the number of patients without major and minor bleeding during hospitalization. The number of patients without myocardial infarction in the fondaparinux group was 57 patients (95%) and in the enoxaparin group was 53 patients (88,3%) (p=0,186; RR=1,075; 95% CI 0,965 – 1,199). Differences in the number of patients without recurrent ischemic in fondaparinux group and enoxaparin group was 48 patients (80%) versus 44 patients (73,3%) (p=0,388; RR=1,091; 95% CI 0,895 – 1,330). In the fondaparinux group was 49 patients (81,7%) without minor bleeding, whereas in the enoxaparin group was 39 patients (65%) (p=0,039; RR=1,256; 95% CI 1,007 – 1,567). Major bleeding was not found in either groups. Conclusion of this study is that the effectiveness of fondaparinux is similar with enoxaparin, but the safety of fondaparinux is better than enoxaparin in patients with non ST segment elevation ACS at Panti Rapih Hospital Yogyakarta. Keywords: non ST segment elevation acute coronary syndromes, enoxaparin, fondaparinux, bleeding, myocardial infarction, recurrent ischemic

Kata Kunci : sindroma koroner akut tanpa elevasi segmen ST (SKA TESST), enoxaparin, fondaparinux, pendarahan, infark miokard, iskemik berulang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.