Laporkan Masalah

Faith-based Organization dan Humanitarianism Studi Kasus: Peran Muhammadiyah dalam Aksi-aksi Kemanusiaan

Fajriyah Nurkhasanah, Drs. Samsu Rizal Panggabean, M.Sc.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Secara garis besar pembahasan dalam tesis ini mengurai tentang peran Faith Based Organizations (FBOs) dalam aktivitas kemanusiaan baik secara teoritis maupun empiris. Dalam hal ini, Muhammadiyah diambil sebagai studi kasus untuk menjelaskan pemikiran dan aktivitas kemanusiaan sebuah FBOs. Pembahasan tersebut terbagi menjadi menjadi: (1) Muhammadiyah abad pertama dengan terbentuknya MPKO (1920 - 1936); dan (2) Muhammadiyah abad kedua dengan terbentuknya MDMC (2010 - sekarang). Secara mendalam, pembahasan dalam tesis ini menganalisis aktivitas kemanusiaan MDMC melalui 4 prinsip kemanusiaan universal; humanity, neutrality, impartiality dan operational independence serta kosmopolitanisme terkait dengan 8 prinsip kosmopolitan (Held, 2004). Disimpulkan bahwa pemikiran Muhammadiyah pada abad pertama dan kedua tidak memiliki perbedaan yang berarti. Pemikiran Muhammadiyah akan kemanusiaan dilandaskan pada hal yang sama yaitu tafsir Surat Al-Maun dan tanggung jawab terhadap agama dan masyarakat yang ditujukan untuk kesatuan manusia (Syoedja’, 2003). Perbedaan mendasar dari kedua Majelis/Lembaga kemanusiaan Muhammadiyah terlihat dalam ruang lingkup dan program kerja serta keterlibatan aktor baik internal maupun eksternal Muhammadiyah, lintas sektor dan agama. Terbentuknya MDMC menjadi salah satu Lembaga representatif bagi agenda Muhammadiyah abad kedua, yaitu menjadi agen kemanusiaan kosmopolitan (Muktamar 2010). Namun demikian masih diperlukan penelitian lebih jauh dan dalam akan komitmen Muhammadiyah pada abad kedua untuk menjadi agen kemanusiaan kosmopolis dalam menghadapi isu kemanusiaan universal. Kata Kunci: FBOs, Kemanusiaan, Muhammadiyah, MPKO, MDMC, Kosmopolitanisme

This thesis will be discussed about the role of Faith based Organizations (FBOs) in humanitarian activities both theoretically and empirically. In this case, Muhammadiyah will be pointed as a case study to explain one of FBOs’ contribution in humanitarian perspective and activities. The discussion will be divided into: (1) the first century Muhammadiyah with the establishment of MPKO (1920 - 1936); and (2) the second century Muhammadiyah with the establishment of MDMC (2010 - present). Depth discussion will be analyzing MDMC’s humanitarian activities through the four universal humanitarian principles; humanity, neutrality, impartiality and operational independence as well as cosmopolitanism that is associated with the eight principles of cosmopolitan (Held, 2004). It was concluded that Muhammadiyah perspective toward humanitarian in first and second century does not have any significant differences. Both based on the same basis by interpreting Surat Al-Maun (Yatim dan Miskin) and responsibilities toward religion and society to gain the unity of human life (Syoedja’, 2003). The fundamental difference between two humanitarian Council/Institute of Muhammadiyah can be seen from the scope and program of work as well as the actors’ involvement from internal and external Muhammdiyah, across sectors and religions. The creation of MDMC can be called as one of Muhammadiyah representative in second century that realize the second agenda; to become cosmopolitan humanitarian agent (Muktamar 2010). However, further research is still needed for analyzing the realization of Muhammadiyah commitment as cosmopolitan humanitarian agent to overcome universal humanitarian issues in its second century. Keywords: FBOs, Humanitarianism, Muhammadiyah, MPKO, MDMC, Cosmopolitanism

Kata Kunci : FBOs, Kemanusiaan, Muhammadiyah, MPKO, MDMC, Kosmopolitanisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.