EVALUASI PENGGUNAAN OBAT UNTUK BEBERAPA PENYAKIT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD CILACAP
DYAH AYU WIDOWATI, Prof. Dr. Sri Suryawati
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penggunaan obat berpengaruh terhadap kualitas pengobatan, pelayanan, dan biaya pengobatan. Evaluasi penggunaan obat amat sangat penting, dan evaluasi kriteria penggunaan obat menjelaskan tentang penggunaan obat dengan benar dengan mengamati berbagaimacam komponen. Penggunaan obat yang rasional dapat diidentifikasi dengan peresepan obat. Indikator yang digunakan untuk mengukur penggunaan obat secara rasional adalah menggunakan indikator WHO (1993). Berbagai studi telah menunjukkan bahwa penggunaan obat jauh dari keadaan optimal dan rasional. Salah satu cara untuk memperoleh penggunaan obat yang rasional adalah dengan melihat SPM, formularium, dan DOEN, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan, keamanan, dan kerasionalan penggunaan obat guna menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dari latar belakang diatas, perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan obat dengan pedoman SPM, formularium, dan DOEN pada beberapa penyakit pasien umum rawat jalan di RSUD Cilacap. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui penggunaan obat dengan pedoman standar pelayanan medis rumah sakit, formularium rumah sakit, dan DOEN pada beberapa penyakit pasien rawat jalan di RSUD Cilacap. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data retrospektif dengan rancangan penelitian case study. Data yang dikumpulkan berupadata kualitatif dan kuantitatif melalui wawancara mendalam dan observasi dokumuen yang berhubungan dengan penggunaan obat yang sesuai dengan pedoman SPM, formularium, dan DOEN di RSUD Cilacap pada tahun 2012. Hasil: Tuberkulosis Paru: jumlah rata-rata item obat per lembar resep 3,18 item, persentase peresepan sesuai dengan SPM 71,3%, persentase peresepan sesuai dengan DOEN 71,51%, persentase peresepan sesuai dengan formularium 100%. Hipertensi: jumlah rata-rata item obat per lembar resep 2,26 item, persentase peresepan sesuai dengan SPM 73,05%, persentase peresepan sesuai dengan DOEN 73,05%, persentase peresepan sesuai dengan formularium 82,93%. Kesimpulan:Penggunaan obat pada penyakit tuberkulosis paru dan hipertensi belum sesuai dengan pedoman SPM, formularium dan DOEN.
Background:Rational use of medicines affects the quality of treatment, care, and treatment costs. Drug use evaluation isextemely important, and drug use evaluation criteria are statements that define correct drug usage with regard to various components. Rational use of medicines can be identified with prescription drugs . Indicators used to measure the rational use of drugs was WHO indicator (1993 ) . Various studies shown that the use of drugs was not fully optimal and rational state. To ensure the quality oftherapy, standart treatment guideline, hospital formulary, and the essensial medicines list towards rational use of medicine. From the background , it is necessary to do research on drug use with standard treatment guidelines, hospital formulary, and the essensial medicines list in several disease patients in outpatient departement hospital Cilacap . Aim:This study aims to determine drug use with standard treatment guidelines hospital, hospital formulary, and the essensial medicines list in several diseases outpatient departement in hospital Cilacap. Methods:This research was a descriptive analytical research design with case study model and retrospective data, using qualitative and quantitative data. Qualitative data were obtained by in depth interview while quantitative data were gathered from document observation. Results: For Pulmonary Tuberculosis, average number of drugs per encounter was 3.18 items, percentage of therapeutic guideline was 71.3 %, percentage of the essensial medicines list was 71.51%, percentage of hospital formulary was 100%. For hypertension, average number of drugs per encounter was 2.26 items, percentage of therapeutic guideline was 73.05 %, percentage of the essensial medicines list was 87.27%, percentage of hospital formulary was 82.93%. Conclusion:Drug use in Pulmonary Tuberculosis ang hypertension disease wa not fully compliance with standart treatment guidelines, hospital formulary, and the essesial medicine list.
Kata Kunci : Penggunaan obat rasional, Standar Pelayanan Medis, Formularium, DOEN, Tuberkulosis Paru, Hipertensi.