Laporkan Masalah

MENINGKATNYA PENGGUNAAN PERTANIAN ORGANIK DI MASYARAKAT Studi Kasus di Kalangan Petani Desa Dowaluh

GARUDA PARAMPARA YUDA, Dr. Bambang Hudayana, MA.

2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di D.I. Yogyakarta yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini didukung oleh letak geografis Kabupaten Bantul yang banyak dialiri sungai besar. Nantinya sungai besar ini terbagi menjadi banyak anak sungai yang dapat mengaliri berbagai wilayah di Kabupaten Bantul. Menurut data (Dinas SDA Kabupaten Bantul), terdapat tiga sungai besar yaitu; sungai Oya, sungai Opak, dan sungai Progo. Ketiga sungai ini nantinya akan terbagi menjadi 14 anak sungai yang seluruhnya mengaliri wilayah di Kabupaten Bantul. Beberapa sungai di Kabupaten Bantul membuat wilayah ini banyak memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan begitu membuat wilayah ini menjadi subur dan mendukung untuk kegiatan bercocok tanam. Salah satu wilayah di Kabupaten Bantul yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani adalah Desa Dowlauh, Trirenggo. Desa Dowaluh sendiri terdapat dua bentuk usaha tani, bentuk usaha tani ini adalah pertanian unorganik (modern) dan pertanian organik. Pertanian modern menjadi bentuk usaha tani yang lebih dahulu “terkenal” di Desa Dowaluh. Penduduk desa mulai mengenal pertanian modern saat pemerintah Indonesia gencar-gencarnya menjalankan program Bimas pada tahun 1970an. Sedangkan untuk pertanian organik masih dianggap “asing” bagi penduduk Desa Dowaluh. Banyak penduduk desa yang masih belum mengetahui bentuk usaha tani ini. Menurut data dari (Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Pembangunan), pertanian organik sendiri baru secara resmi dikenalkan ke masyarakat pada tahun 1989. Pertanian unorganik yang lebih lama dikenal oleh petani Desa Dowaluh, membuat bentuk usaha tani ini lebih banyak digunakan oleh petani. Menurut mereka pertanian unorganik sangat mudah mendapatkan sarana produksi (saprodi) dan cepat dalam waktu pemanenannya. Namun kenyataannya banyak dari petani Desa Dowaluh meninggalkan pertanian unorganik. Beberapa dari mereka mulai banyak yang berpindah menggunakan usaha tani organik. Hal ini membuat menguatnya trend pertanian organik di kalangan petani. Sehingga perlu dikaji maupun dipelajari mengapa banyak petani di Desa Dowaluh memilih pertanian organik sebagai usaha tani mereka. Mengingat pertanian organik sendiri mmerupakan pertanian yang ramah lingkungan.

Bantul Regency is one of the regions in DI The majority of the people of Yogyakarta subsistence farmers. This is supported by the geographical location of Bantul are many large rivers flowed. Later this great river divides into many tributaries that flow through the various areas in Bantul. According to the data (SDA Office of Bantul), there are three major rivers namely; Oya river, Opak river, and Progo river. The third stream will be divided into 14 tributaries that drains the area entirely in Bantul. Several rivers in Bantul make this region has a lot Watershed (DAS). With so much to make this area into a fertile and support for farming activities. One area in Bantul majority are subsistence farmers Dowlauh Village, Trirenggo. Dowaluh village itself there are two forms of farming, farming is the form of unorganic agriculture (modern) and organic farming. Into a form of modern agriculture farming comes first \\"famous\\" in the village of Dowaluh. The villagers began to recognize modern agriculture Indonesian government heavily-incessant running Guidance program in the 1970s. As for organic farming is still considered \\"foreign\\" to the villagers Dowaluh. Many villagers still do not know this form of farming. According to the data of (Bantul Regent Expert Staff Development Sector), organic farming itself was officially introduced to the public in 1989. Agriculture unorganic longer recognized by village farmers Dowaluh, making this form of farming is more widely used by farmers. According to their inorganic farming is very easy to obtain the means of production (inputs) and fast in their harvest time. But in reality many of the farmers left farming village Dowaluh unorganik. Some of them just began to move using organic farming. This makes a stronger trend of organic farming among farmers. So that needs to be studied and learned why many farmers in the village Dowaluh choose organic agriculture as their farm. Given his own organic farm is environmentally friendly farming.

Kata Kunci : Pertanian unorganik, Pertanian organik, Ramah lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.