MAKNA KARIR BAGI PROFESIONAL DI ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN
Gones Saptowati, Drs. Fathul Himam, MA, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 PsikologiUndang Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional diikuti dengan pemberlakukan jaminan kesehatan bagi semua warga negara Indonesia, membuat industri pelayanan kesehatan dituntut untuk siap untuk memberikan pelayanan prima kepada semua warga negara Indonesia. Rumah sakit sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan menghadapi masalah ketika jumlah kunjungan pasien yang meningkat tidak diimbangi sarana prasarana dan jumlah tenaga profesional yang memadai. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal yang terbatas serta tertutupnya profesional non dokter untuk sampai pada jenjang karir tertinggi dilingkungan rumah sakit, merupakan masalah tersendiri bagi profesional di organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini untuk mengetahui makna karir bagi profesional di organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan mengikutsertakan 10 responden. Diperoleh dua tema dalam penelitian ini. Tema temuan penelitian adalah learning dan sharing. Learning dan sharing dilakukan profesional di organisasi pelayanan kesehatan supaya dapat menolong sesama secara maksimal. Makna karir bagi para profesional di organisasi pelayanan kesehatan adalah dengan melakukan learning dan sharing. Bentuk learning yang dilakukan adalah informal learning. Profesional di organisasi pelayanan kesehatan lebih banyak melakukan informal learning melalui belajar dari pengalaman, belajar via internet, dan belajar berbasis kasus. Sharing adalah tema kedua temuan penelitian ini. Bentuk sharing profesional di organisasi pelayanan kesehatan adalah dengan melakukan mentoring, diskusi, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS), dan dialog inteaktif lewat radio. Sharing yang dilakukan para profesioanl kepada pasien dan keluarga pasien, teman sejawat atau profesional lain. Perasaan bahagia, bermakna karena bisa berbagi dan membuat pasien/pelanggan merasa lebih baik membuat profesional merasa semakin mencintai profesi mereka. Kondisi pasien yang tidak kunjung membaik mejadi motivasi mereka untuk belajar dan meningkatkan kompetensi. Informal learning banyak digunakan karena model ini paling mudah dilakukan, mengingat situasi, kondisi serta kesempatan untuk menempuh formal learning terbatas. Kata kunci : learning, sharing, informal learning
The Law No. 40 of 2004 regarding National Social Security System is followed by the implementation of BPJS for all Indonesia citizens. It demands health service industry to be ready providing excellent service for all Indonesia citizens. People demand on excellent health service shall be balanced by numbers of personnel available for health care, and has become special challenge on health service industry. Hospital as part of major health service industry is facing problems as the increasing number of patient’s visits is not complemented by adequate number of professionals and infrastructure. Opportunity to pursue formal education is limited and there is no chance for non-doctor professionals to reach the highest career level at the hospital. This research aimed to understand the significant meaning of career for professionals in health service organization. This research was engaged by using phenomenological approach by involving 10 respondents. Two themes were obtained in this research. The first theme is learning while the second is sharing. The meaning of career for professionals in health service organization is to conduct learning and sharing. They use learning in almost all occasion when in contact with patients. Learning is carried out in the form of informal learning. Professionals do the informal learning mostly from experiences, internet, and case-based study. Sharing is the second finding from this research. The form of sharing is mentoring, discussion, Hospital Community Health Education or PMKRS (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit), and interactive radio dialogue. Professionals do the sharing to patients and patients’ family, colleagues and other professionals. Happiness that comes because of the ability to share and make the patients feel better makes professionals love their profession. Condition of patients who were not getting better becomes their motivation to learn and improve their competencies. Informal learning is mostly used because this model is the easiest one to perform, considering the situation, condition and limited opportunity to pursue formal learning. Key words: learning, sharing, informal learning
Kata Kunci : learning, sharing, informal learning