Laporkan Masalah

EFEK SITOTOKSIK PENAMBAHAN KATEKIN DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) 10% PADA PERIODONTAL DRESSING TERHADAP HUMAN PRIMARY FIBROBLAST

DIERA FITRAH KUSUMAWARDHANY, drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio (K), Ph.D.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Periodontal dressing merupakan material kedokteran gigi yang digunakan untuk menutup luka pasca bedah periodontal dengan tujuan membantu penyembuhan luka. Katekin merupakan senyawa yang terkandung dalam daun teh hijau yang memiliki sifat antibakteri dan dapat ditambahkan pada periodontal dressing, serta telah diteliti memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka gingiva kelinci. Uji sitotoksisitas in vitro merupakan tahap awal pemeriksaan biokompatibilitas material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik penambahan katekin daun teh hijau 10% pada periodontal dressing terhadap human primary fibroblast. Penelitian ini menggunakan tiga jenis periodontal dressing, yakni periodontal dressing dengan penambahan katekin daun teh hijau 10% (PDC), periodontal dressing tanpa penambahan katekin daun teh hijau 10% (PD), dan Coe-Pak™(CP). Masing-masing periodontal dressing direndam selama tujuh hari dalam saliva. Larutan rendaman periodontal dressing diaplikasikan ke dalam sumuran yang berisi suspensi sel, dan diinkubasi dalam inkubator CO2 pada suhu 37°C. Setelah 24 jam, tiap sumuran diberi MTT dan diinkubasi selama 4-8 jam. Efek sitotoksisitas diukur dengan menghitung viabilitas sel (%). Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD0.05. Perhitungan rerata viabilitas sel menunjukkan hasil diatas 90% sehingga ketiga jenis periodontal dressing dikategorikan tidak sitotoksik terhadap human primary fibroblast. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0.05) antara kelompok CP dengan dua kelompok periodontal dressing lainnya, tetapi antara kelompok PDC dengan PD terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan katekin daun teh hijau (Camellia sinensis) 10% pada periodontal dressing tidak menimbulkan efek sitotoksik terhadap human primary fibroblast.

Periodontal dressing is a dental material which used to cover and protect the wound after periodontal surgery. Catechins are the chemical compounds found in green tea leaves and have antibacterial properties. Catechins could be added to periodontal dressing and able to promote the wound healing on rabbit‟s gingiva. In vitro cytotoxcity assay is used as the preliminary step of material biocompatibility examinations. The aim of this study was to investigate the cytotoxic effect of periodontal dressing containing 10% cathecins from green tea leaves on human primary fibroblast. Periodontal dressing containing 10% cathecins from green tea leaves (PDC), periodontal dressing without 10% catechins from green tea leaves (PD), and Coe-Pak™ (CP) were used in this study. Each periodontal dressing was leached in saliva for seven days. The leach of periodontal dressings were added into cell suspensions in well-plates, and incubated at 37°C. MTT was added into well-plate after 24 hours incubation. The cytotoxic effects were measured by calculting the cell viability (%). Data were analyzed by one way ANOVA, followed by LSD0.05 test. The calculation showed that the entire mean values of cell viability were above 90%. It could be concluded that all of periodontal dressings were classified as non-cytotoxic on human primary fibroblast. The statistical analysis showed there were significant differences (p<0.05) between CP and the other groups, but there was no significant diference between PDC and PD (p>0.05). This study concluded that periodontal dressing containing 10% cathecins from green tea leaves had no cytotoxic effect on human primary fibroblast.

Kata Kunci : periodontal dressing, katekin, sitotoksisitas, human primary fibroblast


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.