Laporkan Masalah

PERIODISASI DAN FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN SPASIAL DI DUSUN BRAYUT DALAM KONTEKS DESA WISATA

LATIFATUR ROCHIMAH, Iwan Suharyanto, ST., M.Sc.

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dusun Brayut memiliki banyak keunikan diantaranya adalah ciri khas lingkungan sabuk inten, memiliki banyak bangunan tradisional, dan terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda II tahun 1948 di Dusun Brayut. Keunikan ini semakin lengkap dengan diresmikannya Desa Wisata Brayut tanggal 14 Agustus 1999 sebagai desa wisata pertama di Kabupaten Sleman. Fungsi desa wisata yang masuk dalam Dusun Brayut ini memicu adaptasi berupa perubahan spasial di Dusun Brayut, yang di sisi lain dikhawatirkan dapat menghilangkan suasana pedesaan yang dicari oleh wisatawan. Maka dari itu, penelitian ini ingin mengetahui perubahan spasial di Dusun Brayut sejak terbentuknya kelompok hunian pertama kali sampai dengan saat ini dan faktor-faktor perubahan spasial yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif. Penelitian yang bersifat eksploratif ini menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka, wawancara mendalam dan observasi lapangan. Narasumber dalam penelitian ini didapat menggunakan metode purposive dan snowball sampling dengan jumlah 27 narasumber dari 9 kelompok bidang yang berbeda. Setelah mencapai tahap redudency, hasil analisis periode perubahan spasial dan faktor perubahannya yang kemudian dibawa kembali ke lapangan untuk dikonfirmasi kebenaran data dan analisisnya. Perubahan spasial di Dusun Brayut terbagi dalam enam periode yaitu periode pembentukan pola ruang Dusun Brayut (1940-1975), pembangunan infrastruktur dasar (1983-1997), perintisan desa wisata (1998-2001), transisi (2002-2004), pembangunan desa wisata (2006-2011), dan masuknya industri (2010-2014). Masing-masing periode memiliki faktor perubahan yang berbedabeda dengan simpulan utama bahwa faktor perubahan spasial di Dusun Brayut tidak dikarenakan masuknya fungsi desa wisata ke Brayut tetapi keadaan sosial warga Brayut yaitu guyub.

Dusun Brayut has many uniqueness such as sabuk inten as its physical feature, traditional buildings, and the incident of Dutch Military Agression II which happened here. Dusun Brayut which later known as “Desa Wisata Brayut” was the first tourism village in Kabupaten Sleman stated on August 14st 1999. The new function of tourism in Brayut was triggering a spatial adaptation process which in the other hand can reduce its village scenery. By this reason, this research mainly focuses on the spatial changes of Dusun Brayut and the factors affecting those changes. This research utilizes qualitative-inductive and explorative approach as its method. The data and information was gathered from literature review, in-depth interview, and field observation. The informant for this research chosen with purposive and snowball sampling method which was resulting 27 informants from 9 different groups. After the process of data gathering and analyzes, the result then confirmed its validity by utilizes member check method. This research resulted that the spatial changes in Dusun Brayut can be divided into six periods. These periods are shaping of Dusun Brayut’s spatial pattern (1940-1975), basic infrastructure development (1983-1997), tourism village making (1998-2001), the transition period (2002-2004), tourism village development (2006-2011), and the new industrial land use function (2010-2014). Furthermore, those each period has its own alteration factors with the main factor of the spatial changes in Dusun Brayut was not caused by the new function of the tourism village but the local social condition of Brayut called “guyub”.

Kata Kunci : Dusun Brayut, desa wisata, perubahan spasial, periodisasi, faktor perubahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.