Laporkan Masalah

KOMPONEN SINDROMA METABOLIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP GEJALA DEPRESI

Prahastya, dr. Agus Siswanto, Sp.PD-KPsi

2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang : Prevalensi sindroma metabolik cukup tinggi di seluruh dunia, prevalensi ini tampaknya meningkat karena peningkatan prevalensi obesitas secara paralel. Menurut World Health Association (WHO),sindroma metabolik merupakan pandemik baru pada abad 21 dan diperkirakan jumlah pasiensindroma metabolik meningkat lebih dari 50% pada 20 tahun mendatang6. Studi mengenai hubungan komponen sindroma metabolik dan gejala depresi didapatkan hubungan yang bermakna. Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan angka kejadian depresi pada pasien hipertensi15, DM tipe 27, serta kontrol glikemik yang buruk pada pasien DM tipe 2 dengan depresi 17 , dislipidemia13 dan obesitas sentral16. Tujuan :Mengetahui komponen sindroma metabolik yang berperan sebagai faktor risiko terhadap gejala depresi. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan studi case control . Subyek penelitian terdiri 18 sampel pada kelompok kasus dan 18 sampel pada kelompok kontrol. Sampel di ambil dari pasien yang berobat ke poliklinik penyakit dalam RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.Data diambil dari wawancara, kuisioner dan hasil laboratorium.Data kontinyu disajikan dalam bentuk rerata ± simpangan baku (SB) dan median (dengan rentang nilai minimum dan maksimun), dan data kategorikal disajikan dalam bentuk persentase. Perbedaan data demografi, karakteristik klinis dan analisis bivariat menggunakan Chi square atau Fisher untuk data kategorikal dan uji t tidak berpasangan untuk data kontinyu jika distribusinya normal atau uji Mann whitney jika distribusinya tidak normal.Distribusi atau sebaran data diuji menggunakan uji Shapiro-Wilk oleh karena jumlah sampel < 50. Analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik.

Background: The prevalence of metabolic syndrome is high enough around the world, its prevalence appears to be increasing due to the enhancement of obesity prevalence in parallel. According to the World Health Association (WHO), the metabolic syndrome is a new pandemic of the 21st century. It is estimated thatnumber of metabolic syndrome patients increased more than 50% at 20 years.6 Studies on the relationship of metabolic syndrome components and depressive symptoms result a significant association. Some studies showed that the incidence of depression will increase in patients with hypertension 15, diabetes mellitus type 27 and poor glycemic control in patients with diabetes mellitus type 2 with depression17,dyslipidemia13, and central obesity.16 Objective: To determine the role ofmetabolic syndrome components as a risk factorfor depressive symptoms. Methods :The study conducts with a case-control study design. Thesubjects compriseof 18 patients for sample and 18 patients for control.All the samplesare taken from patients treated at the department of internal medicine clinic of Dr. Sardjito hospital. The data is taken frominterviews, questionnaires and laboratory results. Continuous data arepresented in the form of mean ± standard deviation (SD) and median (with the range of the minimum and maximum values), and categorical data are presented as a percentage. Differences demographic data , clinical characteristics and bivariate analysis using Chi-square or Fisher for categorical data and unpaired t-test for continuous data if the normal distribution or the Mann-Whitney test if the distribution is not normal. Distribution or the distribution of datais tested using the Shapiro-Wilk test because the sample size <50 .Multivariate analysis using the logistic regression analysis.

Kata Kunci : Komponen Sindroma Metabolik, Faktor Risiko, Gejala Depresi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.