KUASA BAHASA BAGI INTEGRASI: STUDI TENTANG KURSUS INTEGRASI DAN MANFAATNYA DI FREIBURG, JERMAN
BERNADETTA PUTRI ANJAR P, Dr. Anna Marie Wattie, MA.
2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYADewasa ini migrasi menjadi isu yang sangat besar, terutama bagi negara maju. Jerman sebagai sebuah negara maju yang memiliki jumlah imigran yang sangat besar, merasakan imbas dari isu tersebut. Banyak permasalahan yang terjadi karena arus migrasi di Jerman, seperti pengangguran, kriminalitas, dan konflik-konflik kecil dengan penduduk asli Jerman. Dari permasalahan yang muncul maka pemerintah Jerman mengambil langkah besar untuk mengakomodasi kebutuhan para imigran dan kelangsungan hidup bagi mereka. Akomodasi tersebut diperlukan untuk mencapai titik integrasi antara imigran dengan penduduk asli Jerman. Untuk itu, pemerintah Jerman menyelenggarakan sebuah kursus bagi para imigran, yaitu kursus integrasi (integration course). Kursus ini mengajarkan bahasa Jerman dan memberikan pengetahuan kewarganegaraan bagi para imigran. Dari isu tersebut, muncul pertanyaan, apa yang dimaksud dengan kursus integrasi? Bagaimana persepsi para imigran terhadap kursus integrasi? Dan, apa manfaat dari kursus integrasi itu sendiri? Berdasarkan tiga pertanyaan di atas, dilakukanlah penelitian tentang kursus integrasi di Freiburg, Jerman. Penelitian ini berjalan dalam rangka riset tandem hasil kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dengan Freiburg Universität. Dengan melibatkan tujuh informan, penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung di lembaga kursus integrasi. Dari hasil wawancara dan observasi terlihat bagaimana karakter imigran di Freiburg, dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan untuk mencapai integrasi di Jerman. Kemampuan berbahasa Jerman adalah kebutuhan mereka sebenarnya. Dengan bahasa, para imigran dapat memenuhi kebutuhannya selama mereka hidup di Jerman, seperti berkomunikasi, mendapatkan pekerjaan dan meneruskan pendidikan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bahasa memiliki kekuatan dalam proses integrasi. Bahasa memiliki kekuatan untuk mengatur dan mengakomodasi sebagian kelompok. Dengan bahasa, para imigran menjadi tahu apa yang menjadi hal dan kewajiban mereka sebagai warga negara mereka. Bahasa juga mengubah dinamika kehidupan para imigran, dari yang tadinya malu atau tidak berani berkomunikasi dengan orang lain, menjadi berani; yang tadinya tidak memiliki pekerjaan, akhirnya para imigran mendapatkan pekerjaan.
Nowadays migration becomes a very big issue, especially for developed countries. Germany as a developed country that has a very large number of immigrants, feel the impact of the issue. Many of the problems occurred because of migration flows in Germany, such as unemployment, crime, and small conflicts with native German. Problems arising from the German government took a major step to accommodate the needs of immigrants and for their life survival. The accommodation is needed to reach the point of integration between immigrants with native German. To that end, the German government organized a course for immigrants, the integration courses. This course teaches German language and provide knowledge of citizenship for immigrants. Of the issue, the question arises, what is meant by integration course? How perceptions of immigrants over the course of the integration? And, what are the benefits of the integration course itself? Based on the three questions above, I conducted a research about integration course in Freiburg, Germany. This study was run in order to tandem research collaboration between Universitas Gadjah Mada and Freiburg Universität. By involving seven informants, the research was conducted on in-depth interviews and direct observation in some integration course institution. From interviews and observations we can see the character of immigrants in Freiburg, and what they actually need to achieve integration in Germany. German language skill is their actual needs. With language, the immigrants can meet their needs during their life in Germany, such as communicating, getting a job and continue their education. The results showed that, language has power in the integration process. Language has the power to regulate and accommodate most groups. With language, the immigrants come to know what the terms and obligations as citizens of their country. Language also changes the life’s dynamics of immigrants, from being embarrassed or do not dare to communicate with other people, be brave; who previously did not have a job, they finally get a job.
Kata Kunci : Jerman, integrasi, imigran, bahasa