Laporkan Masalah

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN JEMBATAN BERBASIS WEB SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGELOLAAN JEMBATAN

Bhima Dhanardono, Akhmad Aminullah, ST., MT., Ph.D

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Sistem informasi manajemen jembatan (SIMJ) di Indonesia selama ini dihadapkan pada permasalahan tidak mudahnya akses informasi jembatan, tingginya subyektivitas inspektor pada penilaian kondisi jembatan dan kurangnya peran serta masyarakat. Penelitian ini menyajikan SIMJ dengan sistem analisis data yang dikembangkan dari Interurban Bridge Management System (IBMS). Metode Analytical Hierarchy Process digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan bobot tiap elemen jembatan agar penilaian kondisi jembatan dapat berlangsung otomatis. Perhitungan nilai kondisi (NK) didasarkan pada penilaian aspek struktur, kerusakan, perkembangan, fungsi dan pengaruh. Umur layan jembatan diperkirakan dengan grafik model penurunan kondisi jembatan IBMS. Prioritas penanganan ditentukan oleh penilaian pada NK elemen utama jembatan, NK keseluruhan jembatan dan NK lalulintas. Obyek penelitian adalah 25 jembatan pada 4 ruas jalan di Jawa Tengah. Penelitian diwujudkan dalam website www.datajembatan.com yang mencakup inventarisasi dan analisis data jembatan berskala nasional. Analisis NK menggunakan bobot elemen memungkinkan pendataan kerusakan elemen hanya pada level 5 saja. Dari 25 jembatan yang diteliti, prioritas penanganan yang utama adalah jembatan Juana 1 dengan NK 0,627, perkiraan umur layan mencapai 11 tahun dengan penanganan yang diusulkan berupa pemeliharaan berkala pada elemen batang tepi bawah dan tiang pancang serta duplikasi jembatan selebar 7 meter.

The Bridge Management Information System (BMIS) in Indonesia is facing the problems of easy access to information on bridges, high subjectivity of inspectors and the lack of community participation. This study presents BMIS with data analysis developed from the Interurban Bridge Management System (IBMS). The Analytical Hierarchy Process method used in this study is to determine the weight of each element of the bridge so that the bridge condition assessment can occurs automatically. The treatment priority is determined by condition value (CV) of main elements of the bridge, CV of overall bridge and CV of traffic. The research objects are 25 bridges on 4 road links in Central Java. The research is implemented in www.datajembatan.com which includes an inventory and analysis of national-scale bridge data. By using element weight, element condition input only at level 5. From the 25 bridges studied, the main priority is Juana I with the CV 0.627, estimated service life reaches 11 years with periodic maintenance on the bottom chord element and pile and 7 meters wide bridge duplication

Kata Kunci : manajemen jembatan, nilai kondisi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.