PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN RAWA JOMBOR GUNA MENDUKUNG PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT DESA KRAKITAN, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
HARITS NOORDIN, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA.
2014 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPemanfaatan Rawa Jombor yang tidak diimbangi dengan upaya pelestarian telah mengakibatkan berbagai permasalahan lingkungan, menimbulkan kerugian dan mengancam penghidupan berkelanjutan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji: 1) penghidupan berkelanjutan masyarakat terkait dengan pemanfaatan rawa, 2) persepsi dan peranserta masyarakat dalam pelestarian rawa, dan 3) arahan kebijakan pemanfaatan dan pelestarian rawa. Penelitian ini mempergunakan metode sensus dengan responden sebanyak 85 orang pelaku usaha jaring apung dan warung apung, indepth interview terhadap instansi pemerintah yang terkait dengan pengelolaan Rawa Jombor dan metode observasi. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah: penerapan kerangka kerja penghidupan berkelanjutan, analisis statistik chi-square dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) masyarakat yang memanfaatkan Rawa Jombor untuk usaha jaring apung dan warung apung telah mewujudkan kerangka kerja penghidupan berkelanjutan, yaitu mampu melakukan strategi penghidupan dalam rangka mengatasi berbagai bentuk kerentanan yang menimpa penghidupannya, seperti bencana alam, kenaikan harga pakan ikan dan penurunan pengunjung, serta musim kemarau guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, 2) sebagian besar masyarakat yang memanfaatkan rawa sebagai sumber penghidupannya (96,5%) mempunyai persepsi yang tinggi terhadap pelestarian rawa, dan sebanyak 61,2% masyarakat mempunyai peranserta yang tinggi dalam pelestarian rawa, namun terdapat 84,7% masyarakat yang menyatakan akan memperluas lahan usahanya guna mengingkatkan pendapatannya, 3) Penataan ulang dan pembatasan lahan usaha masyarakat yang memanfaatkan Rawa Jombor untuk kegiatan budidaya ikan dalam jaring apung dan warung apung menjadi arahan utama kebijakan pemanfaatan dan pelestarian rawa.
Utilization of The Jombor Swamp which not balanced by conservation efforts have resulted in varieties of environmental problems, resulting loss and threaten community sustainable livelihoods. This research was conducted with the focus on: 1) community sustainable livelihoods associated with the utilization of swamp, 2) perceptions and participation, and 3) policy direction on the swamp utilization and conservation. The research methods used census with 85 respondents, in-depth interviews with government agencies related to the Jombor Swamp management, and observation methods. Methods of data analysis in this study are: the application of sustainable livelihoods framework, chi-square statistical analysis and descriptive analysis. The studi shown that: 1) community was implemented sustainable livelihoods framework, by doing a livelihood strategies in order to deal with various kind of vulnerabilities that affect their livelihood, such as catastrophe, rising prices of fish feed, declining visitors, and dry season, 2) most of the community who use the swamp as a source of livelihood (96.5%) have a high perception in conservation of the swamp, and 61.2% community have a high participation in conservation of swamp, how ever 84.7% community still have a desire to expand its business area to increase their profit, 3) restructuring and restriction of Jombor Swamp utilization for fish farming on floating net and culinary shop become the main objective of the swamp utilization and conservation policies.
Kata Kunci : pemanfaatan, pelestarian, rawa, penghidupan berkelanjutan