JENIS KELAMIN SEBAGAI MODERATOR HUBUNGAN KETERPERCAYAAN KANDIDAT PRESIDEN DENGAN PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA
Alifah Nabilah M, Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si
2014 | Tesis | S2 PsikologiIndonesia merupakan sebuah negara dengan sistem pemerintahan demokrasi. Partisipasi masyarakat diperlukan sebagai penunjang sistem dalam pemilihan presiden setiap periodenya. Keterpercayaan kandidat presiden menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi politik seseorang dalam pemilihan presiden selain berbagai faktor demografi yang juga berpengaruh. Hal tersebut dijelaskan melalui teori modal sosial dan teori pertukaran sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peran hubungan antara keterpercayaan kandidat presiden dan partisipasi politik pemilih pemula bila jenis kelamin sebagai moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk melihat pengaruh keterpercayaan kandidat presiden terhadap partisipasi politik pemilih pemula dan menggunakan jenis kelamin sebagai moderator. Penelitian ini dilakukan di Malang, Jawa Timur. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang belum pernah memilih dalam pemilihan presiden sebanyak 233 orang. Pengukuran yang digunakan adalah skala partisipasi politik pemilih pemula dan skala keterpercayaan kandidat presiden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterpercayaan kandidat presiden mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula, dan tidak terdapat perbedaan peran hubungan keterpercayaan kandidat presiden terhadap partisipasi politik pemilih pemula saat jenis kelamin menjadi moderator. Perbedaan peran yang mempengaruhi hubungan keterpercayaan kandiat presiden terhadap partisipasi politik pemilih pemula adalah keterlibatan mahsiswa di organisasi kampus dan jabatan mahasiswa di organisasi kampus sebagai moderator.
Indonesia is a state with democracy system. Civil participation in presidential election is a part of supporting democracy system. Candidate president trustworthiness and demography are influence factor of voter participation in presidential election. It showed by social capital theory and social exchange theory. The purpose of this research is to know moderating effect of sex on the relationship between trustworthiness of candidate president and politic participation of youth voter. This research used quantitative perspective within correlation method to know influence of candidate president trustworthiness to politic participation of youth voter and used sex as moderator. This research did in Malang, Jawa Timur. Subject in this research is 233 students whom never vote in presidential election. The measurement is politic participation of youth voter scale and candidate president trustworthiness scale. The result show influence of candidate president trustworthiness to politic participation of youth voter, and sex could not be moderator on relationship between trustworthiness of candidate president and politic participation of youth voter. However, student involvement in campus organizations and student position in campus organizations have moderating effect on relationship between trustworthiness of candidate president and politic participation of youth voter.
Kata Kunci : jenis kelamin, keterpercayaan kandidat presiden, partisipasi politik, pemilih pemula