PENGELOLAAN EKSKRETA PETERNAKAN PUYUH DENGAN TEKNOLOGI FERMENTASI UNTUK BAHAN PAKAN SUMBER PROTEIN ALTERNATIF
Supomo, Dr. Ir. Sarto, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganEkskreta peternakan puyuh berpotensi mencemari lingkungan jika hanya dikumpulkan/ditimbun saja. Bau dari proses penguraian bahan organik limbah dapat meresahkan masyarakat di sekitar lokasi peternakan. Penelitian terhadap pengelolaan ekskreta peternakan puyuh dengan teknologi fermentasi untuk dijadikan bahan pakan sumber protein alternatif penting dilakukan karena teknologi ini diyakini mampu meminimalkan keberadaan limbah dan menghasilkan produk dengan kandungan protein kasar dan tingkat kecernaan protein yang lebih baik daripada bahan asalnya, sehingga memiliki potensi kemanfaatan ekonomi yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian bertujuan: (1) mempelajari pengaruh pemberian tingkat dosis starter Effective Microorganism-4 (EM4) (4 ml; 8 ml; 12 ml) dan interval waktu pembalikan substrat (12 jam; 24 jam; 36 jam) dalam kombinasi yang berbeda pada proses fermentasi substrat yang bahannya berupa 1 kg ekskreta puyuh giling dicampur dengan 1 kg dedak padi dan 600 ml air, yang berlangsung selama 4 x 24 jam terhadap kandungan protein kasar dan tingkat kecernaan protein substrat secara in vitro sebagai bahan pakan ternak unggas; (2) mengetahui potensi kemanfaatan ekonomi dari pengelolaan limbah tersebut dengan penggunaan asumsi yang diterapkan sebagai kegiatan usaha. Penelitian diterapkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji General Linear Model (GLM)?? Univariate dengan taraf signifikan 5% (?? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tingkat dosis starter EM4 memberikan pengaruh nyata (significant) terhadap peningkatan rerata total protein kasar dan tingkat kecernaan protein substrat, sedangkan interval waktu pembalikan substrat memberikan pengaruh tidak nyata (non significant) terhadap peningkatan kedua variabel tersebut. Rerata total protein kasar dan kecernaan protein tertinggi dicapai pada substrat yang diberi dosis starter EM4 12 ml. Kemanfaatan fermentasi terbaik terdapat pada substrat (T-8) dengan peningkatan rerata protein kasar dari 26,83% menjadi 32,75% dan rerata kecernaan protein dari 64,44% menjadi 66,48%. Potensi kemanfaatan ekonomi ditunjukkan dengan laba pada tahun pertama: Rp 52.921.700; Return/Cost Ratio: 1,33; Pay Back Period biaya investasi (Rp 76.000.000) dicapai dalam waktu 1,69 tahun. Kata kunci: ekskreta puyuh, fermentasi, sumber protein alternatif, pembangunan berkelanjutan
Excreta of quail farm could potentially contaminate the environment if only collected or dumped. Odor from the decomposition of waste organic material can be disturbing people around of the farm location. Research about the management of excreta of quail farm with fermentation technology used as an alternative source of protein feedstuff is important because this technology is believed to be able to minimize the presence of waste and to produce product with crude protein content, and digestibility levels of the protein are better than the original matter, so it has potential economic benefits that can support sustainable development. The research objectives are to: (1) study the effects of giving Effective Microorganism-4 (EM4) starter dose levels (4 ml; 8 ml; 12 ml) and the time intervals of reversing substrate (12 hours; 24 hours; 36 hours) in different combinations on a fermentation process of substrates with materials such as milled quail excreta 1 kg mixtured with rice bran 1 kg and water 600 ml, during 4 x 24 hours to the crude protein content of substrate and in vitro digestibility levels of that protein as poultry feedstuff; (2) determine the potential economic benefits of waste management with using assumptions that are applied as a business. The applied research with a Completely Randomized Design (CRD) includes 9 treatments with 3 replications. Data will be analyzed by using SPSS with General Linear Model??Univariate test with a significant level of 5% (?? = 0.05). The results show that by giving EM4 starter dose levels there are significant effects towards an increase in the total mean of crude protein and digestibility levels of the protein of substrate, whereas the time intervals of reversing substrate are not significant effects towards an increase in both of variables. The highest total mean of crude protein and digestibility of the protein is achieved in the substrate that was given 12 ml of EM4 starter dose. The best benefit of the fermentation is shown on the substrate (T-8) with an increase in the crude protein mean from 26.83% to 32.75% and digestibility of the protein mean from 64.44% to 66.48%. The potential economic benefits are indicated by earnings at the first year: IDR 52,921,700; Return/Cost Ratio: 1.33; Pay Back Period of investment cost (IDR 76.000.000) is achieved in 1.69 years. Keywords: quail excreta, fermentation, alternative protein sources, sustainable development
Kata Kunci :