PENGARUH DESAIN KAWASAN TERHADAP WALKABILITY WISATAWAN DI JALAN PRAWIROTAMAN – TIRTODIPURAN YOGYAKARTA
BONIFASIA YUNIAR RIFANI, M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABerjalan kaki menjadi salah satu pilihan yang paling mudah bagi wisatawan untuk dapat mengeksplorasi tempat-tempat yang dikunjunginya. Kegiatan berjalan kaki merupakan bentuk dari aktivitas fisik manusia yang berkaitan dengan elemen fisik ruang, termasuk desain kawasan. Desain kawasan tersebut di antaranya terdiri dari empat elemen yakni fasilitas pejalan kaki, estetika, sirkulasi, serta guna lahan dan aksesbilitas. Teori R. Ewing dan S. Handy tentang Walkability (2009) mengungkapkan bahwa kualitas desain kawasan dapat menimbulkan reaksi individual yang akan mempengaruhi keputusan untuk berjalan kaki. Teori tersebut juga menegaskan bahwa hubungan antara desain kawasan terhadap aktivitas berjalan kaki dimediasi oleh persepsi. Reaksi individual terdiri dari rasa manfaat (useful), kenyamanan (comfort), keselamatan (safety), dan kesenangan (pleasure) yang menggambarkan walkability kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas desain kawasan pada koridor wisata Jalan Prawirotaman dan Tirtodipuran, Yogyakarta berdasarkan persepsi wisatawan dan mengidentifikasi pengaruh desain kawasan terhadap walkability wisatawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental pada wisatawan yang berjalan kaki di Jalan Prawirotaman dan Tirtodipuran sejumlah 101 responden. Analisis kualitas desain kawasan dilakukan dengan statistika deskriptif, sedangkan pengaruh desain kawasan dilakukan dengan analisis faktor. Dari penelitian ini, didapatkan penilaian wisatawan terhadap kualitas desain kawasan, yakni elemen estetika serta guna lahan dan aksesbilitas dalam kategori baik, dan elemen fasilitas pejalan kaki dan sirkulasi dalam kategori tidak baik. Sedangkan faktor pengaruh desain kawasan terhadap walkability diurutkan dari besar pengaruhnya terdiri dari (1) keleluasaan dan keselamatan, (2) kenyamanan dan daya tarik, dan (3) keragaman dan keterjangkauan. Kombinasi dari kedua hasil jawaban penelitian di atas menunjukkan bahwa sirkulasi atau lalu lintas perlu menjadi aspek yang diprioritaskan dalam melakukan perbaikan desain kawasan di koridor tersebut. Hasil dari penelitian ini dengan penelitian lanjutan diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan walkability dalam pengembangan desain kawasan wisata.
Walking is simple, free, and the easiest way for tourists to explore neighborhood or discover city. Walking as a physical activity has been widely related to built environment, such as urban design. In this research, the term of urban design refers to physical features on Prawirotaman dan Tirtodipuran Streets that consist of four elements: pedestrian facilities; aesthetics; circulation; land use and distance. Ewing and Handy’s theory on Walkability (2009) explains that physical features (urban design elements) influence the quality of the walking environment through perceptions of individuals. Pedestrians, including tourists, will be satisfied while walking for these four main conditions: useful, safety, comfortable, and interesting. Thus, urban design may influence the decision to walk that explains walkability. This research attempts to assess the urban design quality on Prawirotaman dan Tirtodipuran Streets as tourism corridors, and identify the influence of urban design on walkability for tourists. This research was carried out through deductive-quantitative method with observation and questionnaire survey. One hundred and eleven tourists who walked on these streets were participated to complete the questionnaires. Descriptive statistic and principal component analysis were performed to assess urban design quality and identify its influence on tourist walkability. This research demonstrated the quality of urban design on Prawirotaman and Tirtodipuran Street: aesthetics, land use and distance elements are considered as good by the tourists, whereas pedestrian facilities and circulation are considered as not-good. Further, there are three main components of urban design that influence walkability for tourists: (1) unimpeded space and safety (2) convenience and attractiveness (3) diversity and accessibility. Additionally, it was concluded that traffic condition plays significant role on walkability, while the quality on site is considered as not good. Depending on the outcome of this and other follow-up research, the ultimate purpose would be to improve the walkability in tourism area.
Kata Kunci : Desain Kawasan, Walkability, Wisatawan, Jalan Prawirotaman – Tirtodipuran, Yogyakarta