Laporkan Masalah

ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN DALAM PENGEMBANGAN PEGAWAI DI BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Tina Safaria, dr. tjahjono Kuntoro, MPH,DrPH

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

maupun swasta untuk bekerja lebih efisien dan efektif, professional dan kompetitif serta menghasilkan kualitas layanan prima. Sehingga menuntut pula kemampuan organisasi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya, karena sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting dalam organisasi yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Untuk mendapatkan dan mempertahankan sumberdaya manusia yang berkualitas tidak dapat lepas dari peran manajemen sumberdaya manusia, yaitu dalam pengembangan sumberdaya manusia.Salah satu upaya pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas dicapai dengan pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan pada karyawan bertujuan mencapai kinerja organisasi yang maksimal, serta meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan pengembangan karir. Biro Perencanaan dan Anggaran selain mempunyai tugas dan fungsi yang sangat strategis, juga sejalan dengan Reformasi dan Birokrasi Kementerian Kesehatan serta diperolehnya sertifikasi ISO 9001:2008 Biro Perencanaan dan Anggaran pada Januari 2013 membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam memperoleh sumberdaya manusia yang berkualitas diperlukan usaha pengembangan pegawai salah satunya melalui pelatihan Dengan pelatihan yang tepat, diharapkan kesenjangan yang timbul antara kemampuan yang diharapkan Biro Perencanaan dan Anggaran dengan kemampuan yang dimiliki PNS Biro Perencanaan dan Anggaran dapat diatasi.Oleh karenanya dianggap perlu dilakukan penelitian tentang analisis kebutuhan pelatihan di Biro Perencanaan dan Anggaran. Tujuan penelitian : Secara umum tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan bagi PNS Biro Perencanaan dan Anggaran. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yang bersifat deskriptif untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan pelatihan dalam pengembangan pegawai di Biro Perencanaan dan Anggaran. Tempat penelitian dilakukan di Biro Perencanaan dan Anggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI Jl. HR Rasuna Said.Kuningan Jakarta Selatan. Subyek penelitian adalah seluruh PNS Biro Perencanaan dan Anggaran berjumlah 71 orang yang terdiri dari 17 pejabat struktural dan 54 orang non struktural. Instrumen penelitian menggunakan TNA-Tool berupa kuesioner Kemampuan Kerja Jabatan (KKJ) Biro Perencanaan dan Anggaran. KKJ tersebut dibuat setelah Biro Perencanaan dan Anggaran bersertifikat ISO 9001:2008, Tim pembuat KKJ terdiri dari pejabat struktural Biro Perencanaan dan Anggaran, Konsultan ISO Biro Perencanaan dan Anggaran, dengan mempertimbangkan masukan dari pejabat yang kompeten dari Biro Kepegawaian dan Biro Hukum dan Organisasi. Sedangkan Kemampuan Kerja Pribadi (KKP) adalah Kemampuan Kerja yang dimiliki oleh pegawai Biro Perencanaan dan Anggaran sebagai obyek penelitian ini. Bila selisih KKJ dengan KKP lebih besar dari satu (KKJ-KKP>1), maka dibutuhkan pelatihan. Hasil: Terdapat 19 orang (27 %) dari 71 orang pegawai Biro Perencanaan dan Anggaran yang membutuhkan pelatihan, terdiri dari 4 orang pejabat struktural dan 15 orang non struktural. Pelatihan yang dibutuhkan pejabat struktural adalah yang xi bersifat konseptual dan kepemimpinan seperti leadership, interpersonal relationship, communication skill, analytical thingking dan team work. Sedangkan pada kelompok non struktural dibutuhkan pelatihan yang bersifat teknis dan administrasi seperti kemampuan membuat laporan, kemampuan tata arsip dan persuratan, kemampuan mengoperasikan computer dan kemampuaan berbahasa Inggris. Kesimpulan: Perlu dilakukan analisis kebutuhan pelatihan secara berkala sehingga dapat diketahui pegawai yang membutuhkan pelatihan berikut jenis pelatihan yang dibutuhkan. Evaluasi pasca training juga perlu dilakukan sebagai salah satu bentuk penilaian terhadap efektifitas pelatihan yang pernah diikuti pegawai

Background: Globalization requires government and private organizations to work more efficiently and effectively, professional, competitive and produce high quality of services. So that demands readiness the organization's ability to improve and optimize the quality of its human resources, since human resource is one of the important factors in determining organizational success in achieving organizational goals. To obtain and retain quality human resources can not be separated from the role of human resource management, namely in human resource development. One of the efforts to develop quality human resources is achieved by education and training. Employee education and training aimed at achieving maximum organizational performance, as well as improving knowledge, attitudes, skills and career development. Bureau of Budget and Planning in addition has duty and are well placed, also in line with the Bureaucratic Reform and the Ministry of Health as well as obtaining the ISO 9001:2008 certification of Budget and Planning in January 2013 requires qualified human resources. In obtaining the needed quality human resource development efforts through training one employee with proper training, the expected gap arising between the expected ability of the Bureau of Budget and Planning with the capabilities of the Bureau of Budget and Planning civil servants can be overcome. Therefore, considered necessary to do research on the analysis of training needs in the Bureau of Planning and Budget. Objective: The general objective of this research is to identify the training needs of civil servants Bureau of Planning and Budget. Method: This study used case study design to describe the descriptive analysis of training needs in the development of employees in the Bureau of Planning and Budget. Where the research conducted at the Bureau of Budget and Planning of the Secretariat General of the Ministry of Health, Jl. HR Rasuna Said. Kuningan South Jakarta. Subjects were all civil servants of Planning and Budget are 71 people consisting of 17 officials structural and 54 non-structural. The research instrument using TNA-Tool a questionnaire Ability Work Position (KKJ) Bureau of Planning and Budget. KKJ was created after the Bureau of Budget and Planning is certified to ISO 9001:2008, team officials maker KKJ consists of structural Bureau of Planning and Budget, ISO Consultants Bureau of Planning and Budget, taking into account input from the competent officials of the Civil Service Bureau and the Bureau of Law and Organization. While the Personal Work Capability (KKP) is a Work Capability owned by employees of Planning and Budget as the research object. When the difference KKJ with KKP is greater than one (KKJ-KKP> 1), then the required training. Results and Discussion: There are 19 people (27%) of the 71 employees of the Bureau of Budget and Planning that requires training, consisting of 4 officials and 15 men of structural non-structural. Training is required officials structural and conceptual leadership, interpersonal relationships, communication skills, analytical thingking and team work. While in the non structural training needed technical and administrative capabilities such as reporting, file system capabilities and correspondence, ability to operate computer and english language skills. xiii Conclusions and Recommendations: Training needs analysis conducted on a regular basis so that it can be seen employees who need training the following types of training required. Post-training evaluation also needs to be done as a form of assessment of the effectiveness of employee training have been followed.

Kata Kunci : Kemampuan Kerja Jabatan (KKJ), Kemampuan Kerja Pribadi (KKP), Kesenjangan KKJ dengan KKP, Analisis Kebutuhan Pelatihan, TNA-Tool


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.