Laporkan Masalah

EVALUASI WEBSITE KESEHATAN REPRODUKSI DI YOGYAKARTA

Kiki Nurhayati, Prof.dr.M. Hakimi, SpOG(K),Ph.D

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Program kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya untuk membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab. Ketertarikan terhadap internet sebagai alat informasi dan komunikasi yang berhubungan dengan kesehatan telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir, karena internet memiliki sifat yang unik, yaitu sebagai sebuah media massa sekaligus media komunikasi antarpribadi sehingga dapat berguna terutama dalam situasi di mana sumber-sumber alternatif tentang informasi seksual sangat terbatas. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauhmana media internet saat ini dikembangkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi pada remaja. Metode penelitian: Penelitian kualitatif menggunakan rancangan studi kasus eksploratif. Penelitian ini dilakukan terhadap website dari organisasi atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi yang ada di Yogyakarta pada tahun 2013. Hasil Penelitian: Desain web PKBI DIY, Rifka Annisa dan PIK-M Mahkota Puri masih belum sempurna, updating materi dari ketiga web masih kurang, fasilitas pencarian dan fasilitas komunikasi masih belum lengkap, privasi pengguna juga kurang terjaga. PKBI DIY, Rifka Annisa dan PIKM Mahkota Puri merupakan organisasi yang bisa dipercaya dan berkomitmen dalam hal kesehatan reproduksi, namun dalam pengelolaannya masih belum melibatkan mereka yang benar-benar ahli ataupun para korban yang tentunya kompeten sebagai kontributor. Beban kerja pengelola web cukup tinggi, dengan insentif berbasis kinerja kecuali PIKM Mahkota Puri dimana kegiatan dilakukan secara sukarela tanpa kompensasi. Jumlah pengunjung masih rendah, pelayanan yang diberikan berupa informasi dan konseling, namun kualitas interaksinya dan respon masih rendah. PKBI DIY dan Rifka Annisa sudah menggunakan jasa web desainer profesional sedangkan PIKM Mahkota Puri belum. Kesimpulan: Website dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan reproduksi, namun komunikasi masih bersifat satu arah.

Background: Adolescent reproductive health program is an effort to help teens to have the knowledge, awareness, attitudes and behavior of healthy and be responsible reproductive life. Interest in the Internet as a tool of information and communication related to health has grown tremendously the last few years, as the Internet has unique character, namely the mass media as well as an interpersonal communication medium so that it can be useful, especially in situations where alternative sources of sexual information very limited. Objective: To identify the extent of internet media is currently being developed as a means of promotion of reproductive health in adolescents. Research methods: Qualitative study using an exploratory case study design. The research was conducted on the website of the organization or non-governmental organizations working in the field of reproductive health in Yogyakarta in 2013. Results: PKBI DIY, Rifka Annisa and PIKM Mahkota Puri web design is still not perfect, updating web content from third still less, the search and communication facilities is still incomplete, user privacy is also less secure. PKBI DIY, Rifka Annisa and PIK-M Mahkota Puri is an organization that can be trusted and committed in terms of reproductive health, but the management is still not engaging them truly expert or the victims that certainly competent as a contributor. Web manager workload is quite high, with a performance based incentives except PIKM Mahkota Puri where the activity is voluntary with no incentives. The number of visitors is still low, the service provided in the form of information and counseling, but the quality of the interaction and the response is still low. PKBI DIY and Rifka Annisa are already using the services of a professional web designer while PIKM Mahkota Puri yet. Conclusion: Website can be used as a media promotion of reproductive health, but the communication is still one-way

Kata Kunci : website, kesehatan reproduksi, desain, kapasitas provider.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.