Laporkan Masalah

HAMBATAN PEMULANGAN PENGUNGSI INTERNAL SYIAH SAMPANG DAN AHMADIYAH LOMBOK

NADIA FARABI, Drs. Samsu Rizal Panggabean, M.Sc

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Penelitian ini bertujuan mengangkat permasalahan pengungsian internal berlarutlarut yang menimpa jemaat Syiah Sampang dan jemaat Ahmadiyah Lombok di Indonesia, dengan latar belakang pertemuan Komite Eksekutif ke-64 yang diselenggarakan oleh UNHCR di Jenewa pada tahun 2013. Penelitian ini difokuskan pada pengamatan fenomena pengungsian internal berlarut-larut di Indonesia yang disebabkan oleh konflik sektarian, khususnya yang dialami oleh jemaat Syiah Sampang dan jemaat Ahmadiyah Lombok. Dengan menggunakan rancangan eksplanatif kualitatif, dan berdasarkan kerangka pemikiran migrasi paksa maupun pengungsian berkelanjutan melalui pertimbangan keamanan, penelitian ini berupaya menganalisis faktor penyebab terjadinya pengungsian internal berkelanjutan dan menawarkan solusi pemecahannya. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti. Data dikumpulkan dalam kurun waktu enam bulan dengan melibatkan pengungsi internal Syiah Sampang dan Ahmadiyah Lombok sebagai subjek, selain juga aktor negara maupun non-negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat Syiah Sampang dan Ahmadiyah Lombok belum dapat kembali ke daerah asal karena kepulangan pengungsi internal bergantung pada kemampuan Negara dalam menjaga dan menjamin stabilitas keamanan di daerah tersebut. Dengan kata lain, instabilitas keamanan masih teridentifikasi dalam penelitian ini karena belum adanya jaminan keamanan dari Negara, sehingga pengungsian menjadi tempat yang tepat untuk menghindari terjadinya konflik sektarian. Solusi yang ditawarkan dalam penelitian adalah Negara harus mampu mendekati kemauan rakyatnya guna menghindari kebijakan resolusi konflik yang bersifat diskriminatif. Setiap kebijakan yang diambil terkait pengungsi internal korban konflik sektarian harus sejalan dengan standar internasional seperti Prinsip-prinsip Panduan Bagi Pengungsian Internal PBB guna memastikan pemenuhan hak para pengungsi internal.

The research aims to explore protracted displacement of IDPs Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok in Indonesia, based on UNHCR’s 64th Executive Committee Meeting in Geneva on 2013. It focuses on people who have been displaced within their own country as a result of sectarian conflicts, mainly those experienced by Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok. By using explanatory research design, and based on forced migration and protracted refugee with security consideration as the framework, this research analyzes the possible cause of IDPs Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok trapped in protracted displacement, to find possible solution. The main instrument of this research is researcher. Data are collected within six months, by involving IDPs Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok as the subjects, as well as state and non-state actors. The result of this study indicate that IDPs Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok have not been able to return to their homes because their return depends on State’s ability to provide and maintain the security in the home village. In another word, security instability is still identified in this research because there is not yet protection and security guarantee from State, thus temporary shelters are the best place for Shia Sampang and Ahmadiyya Lombok to prevent another sectarian conflicts. The solution proposed in this research is State must approach and confront its citizen in order to avoid discriminative policy. Each decision taken regarding IDPs should be in line with international standards such as the UN Guiding Principles on Internal Displacement to ensure IDP’s rights are upheld.

Kata Kunci : konflik sektarian, pengungsi internal, pengungsian berkelanjutan, Syiah Sampang, Ahmadiyah Lombok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.