SISTEM SPASIAL PERMUKIMAN MASYARAKAT DUSUN JIPANGAN YANG TERBANGUN OLEH KEGIATAN INDUSTRI KERAJINAN KIPAS BAMBU
IKA ANINDITA, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng, Ph.D.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAIndustri kecil biasanya tumbuh dan berkembang secara berkelompok dalam lokasi tertentu, atau biasa disebut sebagai sentra. Kegiatan produksi oleh pelaku industri kecil hampir dipastikan selalu dilakukan di dalam setting lingkungan rumah atau tempat tinggalnya dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada. Sedangkan dalam lingkup yang lebih luas, kegiatan produksi juga melibatkan hubungan-hubungan antar rumah dalam suatu sistem spasial permukiman (Untari, 2000). Sentra industri kerajinan kipas bambu Dusun Jipangan merupakan kawasan industri berbasis rumah tangga dimana terdapat sebanyak 47 pengrajin yang rumah produksinya memiliki spesialisasi pekerjaan tertentu berdasarkan tahapan produksi kerajinan kipas. Antara satu rumah dengan yang lain saling berhubungan membentuk sebuah rantai produksi dalam lingkup kawasan permukiman di Dusun Jipangan. Manusia berkegiatan dalam sistem ruang permukiman dimana ia tinggal, sebaliknya, berkembangnya suatu kegiatan dapat mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian terhadap ruang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan industri kipas bambu di Jipangan mampu membangun sebuah sistem spasial pada ruang permukiman masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode induktif-kualitatif dengan paradigma fenomenologis. Langkah pengumpulan data yaitu melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam. Narasumber sebanyak 20 orang dipilih dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Cara analisis data secara umum yaitu dengan mengelompokkan hasil-hasil temuan lapangan (unit informasi) ke dalam tema yang lebih umum, kemudian diinduksikan lagi menjadi sebuah konsep atau teori lokal. Secara umum, hasil penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa perkembangan kerajinan kipas bambu di Dusun Jipangan telah mendorong interaksi antar elemen permukiman sehingga terbentuklah ruang-ruang baru yang mendukung proses produksi (mikro dan messo), sistem ruang penjemuran dengan sharing space, dan sistem jaringan spasial produksi. Unsur-unsur tersebut saling berinteraksi membentuk sistem spasial permukiman yang melahirkan aktivitas produktif oleh masyarakat. Permukiman senantiasa mengalami berproses mengalami perubahan seiring dengan dinamika kegiatan yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu permukiman memang bukanlah suatu bentuk fisik yang sekali jadi.
Small enterprises grow and develop by grouped in a certain location, which usually be called as sentra. Nearly all activities done by small entrepreneurs are happening in their homes or dwellings by using the existing space. While in a larger scope, production activities involve relation between houses in certain settlement spatial system (Untari, 2006). Sentra of bamboo-fan craft industry in Jipangan village is a domestic-based industrial region where 47 crafters live in their production houses, which distinguished by the specialized work of fan-crafting stages they perform. The connection between these houses forms certain production chain within the settlement in Jipangan village. People do activities in system of space in their settlement, whereas the development of certain activities encourages people to adapt with the space. This research aimed to understand how activities in bamboo-fan craft industry in Jipangan village can build a spatial system in local settlement space. This study is a research by inductive-qualitative method, using phenomenological paradigm. Data were collected by field observation and in-depth interview. There are 20 respondents chosen through purposive sampling and snowball sampling. Data were analyzed generally by grouping findings from the field (information units) to more general themes, and then induced to a concept or a local theory. Generally, this research concludes that the development of bamboo-fan craft in Jipangan village had encouraged interaction between settlement elements which formed new spaces, thus supporting production processes (micro and mezzo), sharing space for drying system, and production spatial network system. These elements interacted to form settlement spatial system, which create productive activities done by inhabitants. Settlements are processing and changing corresponds to the dynamics of activities within them. Therefore, settlements are not instantly built physical forms.
Kata Kunci : industri kecil, industri kerajinan, sistem spasial, permukiman