Laporkan Masalah

JEPANG DALAM POLITIK REDD+ DI INDONESIA : TINJAUAN KONSTRUKTIVIS

Melaty Anggraini, Dr. Maharani Hapsari, MA

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan politik yang mengkonstruksi tindakan Jepang dalam menjalankan politik REDD+nya di Indonesia yang membentuk kerangka dasar alasan kepentingan Jepang dalam kerjasama IJREDD+ dengan Indonesia ditinjau dari teori konstruktivis yang dikemukakan oleh Reus-Smith yang dikaitkan dengan empat alasan atau pertimbangan politik yang mendasari tindakan yang dilakukan oleh Jepang sebagai aktor sosial yaitu Idiografik, Tujuan, Etis, dan Instrumental. Hasil dari analisis keempat pertimbangan politik tersebut akan menjelaskan mengenai bagaimana ide-ide menjadi norma yang kemudian mempengaruhi perilaku dan struktur negara Jepang dalam merumuskan kebijakan lingkungan terkait REDD+ di negaranya dan mulai menjalankannya dalam bentuk kerjasama proyek REDD+ di Indonesia melalui lembaga JICA. Penerimaan terhadap norma dihubungkan dengan usaha Jepang untuk mengidentifikasi diri yang membentuk kepentingannya dalam kerjasama tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses keterlibatan Jepang dalam menjalankan politik REDD+ nya di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kaitan identitas negara Jepang sebagai negara ramah lingkungan yang terbentuk dari struktur sosial dan norma yang dianutnya yang membentuk tujuan dari kepentingan negara Jepang dalam implementasi kerjasama tersebut dalam hubungan interaksi sosialnya, dan diharapkan dapat menjelaskan dimensi hubungan antara identitas dan kepentingan serta bagaimana hubungan tersebut dapat berkontribusi penting dalam studi kebijakan lingkungan internasional

This research aims to analyzing of political judgment that construct Japan action in carry out their REDD+ political in Indonesia and it formed framework of Japan basis motivation in cooperation IJ-REDD+ toward Indonesia. This is considered from constructive theory based on Reus-Smith, it’s linked to four reason or political judgment underlie step of action by Japan as an actor social, those are ideographic, purposive, ethical and instrumental. Finding of analysis, four reason of political judgment will explain how the ideas able to transform to be norm and then it influencing behavior and structure of Japan nation (government) to formulate environmental policy toward REDD+ in their own country and it started in cooperation REDD+ project form in Indonesia by through JICA organization. Acceptance toward its norm is connected to Japan effort to identification itself then compose their interest in cooperation. This research concludes process of Japan involvement in carry out their REDD+ political in Indonesia can’t be separated from Japan identity as environmental friendly country that composed by social structure and Japanese norm adhered, then compose purposing of Japan motivation related to cooperation implementation itself. In social interaction and in expectation able to explain the dimension connection toward identity, motivation and how relation can be important contributing in international environmental policy study

Kata Kunci : Sosial Konstruksi, REDD+, Politik Lingkungan Jepang, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.