EVALUASI KINERJA PENYULANG MEDARI 7 SETELAH PEMINDAHAN WILAYAH BEBAN DI SAMIGALUH DAN KALIBAWANG
SATRIO AGUNG NUGROHO, Ir. M. Isnaeni, B.S., M.T
2014 | Skripsi | TEKNIK ELEKTROGardu Induk Medari memiliki dua buah trafo yang masing-masing berkapasitas 30 MVA. Trafo III terhubung dengan Penyulang MDI-7 yang menyuplai wilayah Sleman dan Kulon Progo. Pada tahun 2011, penyulang MDI-7 melayani beban di wilayah Wates, mengambil beban dari penyulang WT-5. Beban yang diambil adalah beban di wilayah Samigaluh dan Kalibawang yang letaknya di ujung penyulang WT-5. Akibat beban ini, jatuh tegangan di penyulang WT-5 sangat besar karena letak beban yang sangat jauh dari GI, yaitu dengan panjang jaringan sekitar 44 km. Pada tahun 2008, simulasi terhadap jaringan tegangan menengah WT-5 mendapati penurunan tegangan di ujung terjauh sebesar 10,01%. Oleh sebab itu, untuk mengurangi jatuh tegangan yang ada, beban di wilayah Samigaluh dan Kalibawang dipindahkan ke GI yang lebih dekat, yaitu GI Medari. Dengan telah beroperasinya penyulang MDI-7 ini, maka kiranya perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja penyulang MDI-7 dalam hal rugi daya dan jatuh tegangan akibat pemindahan beban ini. Analisis yang akan dilakukan adalah dengan analisis aliran beban. Dari hasil analisis tersebut akan dilihat berapa besar aliran daya pada penyulang MDI-7 setelah menerima pemindahan beban dari penyulang WT-5 untuk melihat rugi daya dan jatuh tegangan pada penyulang tersebut. Pada akhirnya akan dilakukan perhitungan nilai indeks keandalan SAIFI, SAIDI, dan CAIDI pada penyulang tersebut. Dari hasil dapat dilihat bahwa ketika penyulang MDI-7 melayani beban di Samigaluh dan Kalibawang, drop tegangan yang terjadi lebih kecil daripada saat beban tersebut dilayani oleh penyulang WT-5.
Medari substation has two transformers, with each capacity of 30 MVA. Transformers III connected with MDI-7 feeder that supplies the area of Sleman and Wates. In 2011, feeder MDI-7 serve the load in the Wates area after take it from feeder WT-5. This load is in Kalibawang and Samigaluh region, which is located at the end of the feeder WT-5. As a result of this load, the voltage drop in the feeder WT-5 is very large because the load lies very far from the substation, with a network length of about 44 km. In 2008, a simulation of medium voltage networks of WT-5 found the voltage drop at the farthest end of 10.01 %. Therefore, to reduce the voltage drop existing in the load area of Samigaluh and Kalibawang moved to a closer substation, the Medari substation. Now that feeder MDI – 7 has been operating, it may be necessary to evaluate the performance of feeder MDI - 7 in terms of power loss and voltage drop due to the removal of the load. The analysis will be done by load flow analysis. From the results of the analysis will be seen how much power flow on feeder MDI-7 after receiving the transfer of load from the feeder WT-5 to see the power loss and drop voltage at the feeders. The reliability index value of SAIFI, SAIDI, and CAIDI will also be calculated. From the result it can be seen that when feeder MDI-7 supplies the load in Samigaluh and Kalibawang area, the voltage drop is less than when the load is supplied by WT-5.
Kata Kunci : Drop Tegangan, Rugi Daya, Indeks Keandalan