PENYAJIAN DATA SPASIAL DISTRIBUSI KASUS TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN YOGYAKARTA
PRASTIWI, Arief Kurniawan, SKM
2014 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDISLatar Belakang: Kasus tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pada tahun 2012 sebanyak 407, dengan 205 kasus berasal dari wilayah kota Yogyakarta dan 202 kasus tuberkulosis berasal dari luar Kota Yogyakarta, untuk tahun 2013 terdapat 243 kasus baru, dan kasus yang paling banyak di Puskesmas Gedongtengen. Penyebaran penyakit tuberkulosis dapat di sajikan dalam bentuk spasial dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Tujuan: Menyajikan data spasial distribusi penyakit tuberkulosis di Puskesmas Gedongtengen pada bulan Januari, Februari 2014, berdasarkan jenis kelamin, golongan umur, kepadatan penduduk, buffer jarak puskesmas dengan tempat tinggal penderita. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif Populasinya penderita tuberkulosis di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan teknik analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil: Kasus tuberkulosi pada bulan Januari dan Februari 2014 terdapat 7 kasus yang tersebar di wilayah Kelurahan Pringgokusuman dan Sosromeduran, dengan jumlah penderita laki-laki 4 orang dan perempuan 3 orang. Berdasarkan golongan umur diketahui golongan umur 30-45 berjumlah 2 penderita, umur 45-60 berjumlah 4 penderita, umur >60 berjumlah 1 penderita, analisis buffer mengetahui jarak puskesmas dengan tempat tinggal penderita yang ditemukan pada jarak 300 m, 400 m, 500 m, 600 m dengan kepadatan penduduk pada wilayah Kelurahan Pringgokusuman 0,269 jiwa per km2 dan Sosromeduran 0,189 jiwa per km2. Kesimpulan: Distribusi kasus tuberkulosis di wilayah Gedongtengen ditemukan tertinggi pada Kelurahan Pringgokusuman yaitu 71 % dengan jumlah penderita laki-laki mencapai 57 %, dan tertinggi pada golongan umur 45-60 yaitu 57,14 %. Jarak buffer puskesmas dengan tempat tinggal penderita paling tinggi pada jarak 500 m yang mencapai 42,8% dan tersebar pada kepadatan penduduk 269 jiwa per km2 yang terdapat pada kelurah Pringgokusuman, yang dapat dilihat dengan jelas pada bentuk data spasial.
Background: A case of tuberculosis in Yogyakarta City Health Department in 2012 as many as 407, with 205 cases came from the city of Yogyakarta and 202 cases of tuberculosis are from outside Yogyakarta, for the year 2013 there were 243 new cases, and in most cases Gedongtengen health center. The spread of tuberculosis can be presented in the form of spatially using geographic information system (GIS). Objective: Presenting spatial data distribution Gedongtengen tuberculosis in health center in January, February 2014, by sex, age group, population density, distance buffer with residential health center patients. Methods: This was a descriptive study using a qualitative approach tuberculosis patient population in Yogyakarta Gedongtengen Health Center. Data collection techniques and documentation studies using data analysis techniques using data reduction, data display, conclusion. Results: Case tuberkulosi in January and February 2014, there were 7 cases are scattered in the Village Pringgokusuman and Sosromeduran, the number of male patients and 4 female 3. Based on the known age group 30-45 age group amounted to 2 patients, aged 45-60 amounted to 4 patients, aged > 60 numbered 1 patient, buffer analysis to know the distance to the health center patients found shelter at a distance of 300 m, 400 m, 500 m, 600 m with a density of population in the region Village Pringgokusuman 0.269 people per km2 and Sosromeduran 0.189 people per km2 Conclusion: Distribution of tuberculosis cases in the region Gedongtengen highest in Sub Pringgokusuman found that 71% of the number of male patients reached 57%, and highest in the 45-60 age group is 57.14%. Buffer distances to health centers where people with the highest living at a distance of 500 m which reaches 42.8% and spread the population density 269 people per km2 contained in kelurah Pringgokusuman, which can be seen clearly in the form of spatial data.
Kata Kunci : Tuberkulosis, penyajian spasial, SIG, Distribusi