Laporkan Masalah

HUBUNGAN PEMAKAIAN KOMPUTER SEJAK USIA PRASEKOLAH DENGAN DISFUNGSI INTEGRASI SENSORI ANAK KELAS SATU SEKOLAH DASAR

Masruri, Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, Sp.A (K).

2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang : Komputer semakin menjadi bagian dari kehidupan anak-anak usia muda. Risiko dan manfaat dari peningkatan penggunaan komputer di kalangan anakanak telah menjadi masalah substansial yang diperdebatkan. Seperti kekhawatiran terhadap televisi, banyak yang menyatakan khawatir bahwa anak-anak mungkin akan menjadi kecanduan terhadap komputer. Dampak teknologi pada perkembangan anak perlu diperhatikan karena perkembangan sistem sensorik dan motorik anak tidak berkembang secara optimal apabila anak lebih banyak berdiam atau tanpa aktifitas fisik Jika stimulasi sensori yang diterima anak inadequat, anak-anak akan memiliki persepsi yang salah tentang lingkungan mereka. Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi integrasi sensori. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pemakaian komputer sejak usia prasekolah dengan kejadian disfungsi integrasi sensori anak kelas satu SD. Metode Penelitian : Sebuah studi cross sectional dengan 159 subyek penelitian, dilakukan di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta pada bulan November sampai Desember 2013. Disfungsi integrasi sensorik dinilai dengan menggunakan The Short Sensory Profile for Caregiver. Untuk mengetahui riwayat pemakaian komputer sejak prasekolah dan faktor risiko lainnya yang berkontribusi terhadap disfungsi integrasi sensori digali dengan menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis statistik yang digunakan adalah uji statistik chi square , serta analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik, α = 0.05 dan Power 95%. Hasil Penelitian : Tidak ada hubungan antara pemakaian komputer sejak usia prasekolah dengan kejadian disfungsi integrasi sensori anak kelas satu SD (RP=3.23,CI 95% 0.904-11.55,p=0.101). Dari analisis multivariat tersebut tampak bahwa risiko untuk terjadinya disfungsi integrasi sensori pada anak dengan tingkat pendidikan orang tua tinggi 8,4 kali lebih besar dibanding kelompok yang tingkat pendidikan orang tuanya rendah (RP=8.413, CI 95% 1.039-68.114, p=0.046). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pemakaian komputer sejak usia prasekolah dengan kejadian disfungsi integrasi sensori anak kelas satu SD.

Background: Computers are increasingly a part of the lives of young children. The risks and benefits of increased computer use among children have been a matter substansial public debate. As with concerns about television, many have expressed the worry that children might become addicted to interactive computer products . The impact of technology on child development need to be considered, the development of sensory and motor systems are affected. If sensory stimulation received inadequatelly, the children will have a false perception of their environment. This condition is known as sensory integration dysfunction. Objective: To determine the relationship between the use of computers with sensory integration dysfunction in children in first class of elementary school Methods: A cross sectional study with 159 subjects was conducted at several elementary schools in Yogyakarta from November until December 2013. Sensory integration dysfunction was assessed using the Short Sensory Profile for the Caregiver. Questionnaires and structured interviews was used to know the history of the use of computers since preschool and other risk factors that contribute to sensory integration dysfunction. Statistical analysis was done by chi-square and multivariate analysis using logistic regression, α = 0.05, and Power 95%. Results: There was no relationship between the use of computers since preschool age with sensory integration dysfunction (RP=3.23,CI 95% 0.904-11.55,p=0.101). From the multivariate analysis it appears that the risk for the occurrence of sensory integration dysfunction is higher parental education levels, 8.4 times greater than the group that parents of low education level (RP=8.413, CI 95% 1.039-68.114, p=0.046). Conclusion: There is no relationship between the use of computers since preschool age with sensory integration dysfunction incidence in first class children in elementary school.

Kata Kunci : pemakaian komputer, disfungsi integrasi sensori


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.