TOKSISITAS AKUT ORAL SEDIAAN PENURUN KOLESTEROL LIPI 2013 PADA TIKUS BETINA GALUR SPRAGUE DAWLEY
AGNES CITRA KURNIAWAN, Dr. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIKolesterol tinggi merupakan permasalahan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan sediaan LIPI 2013 yang berisi campuran angkak dan kayu manis dalam satu sediaan uji penurun kolesterol. Angkak dan kayu manis banyak digunakan secara tradisional sebagai penurun kolesterol, tetapi kombinasi keduanya dalam satu sediaan perlu diteliti toksisitasnya. Pada penelitian ini yang dilakukan adalah uji toksisitas akut oral. Tujuan dari uji toksisitas akut oral ini adalah menentukan potensi ketoksikan akut oral (LD50 cut off) sediaan penurun kolesterol LIPI 2013. Pengujian toksisitas akut oral dilakukan berdasarkan metode OECD Guideline 423 menggunakan 15 ekor tikus betina galur Sprague Dawley (SD) yang akan dibagi menjadi kelompok kontrol, dosis 2.000 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB. Setelah pengamatan selama 14 hari hewan uji dibedah dan diambil tujuh organ vitalnya untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi. Data yang didapatkan adalah jumlah kematian hewan uji, perubahan bobot badan hewan uji, bobot organ – organ hewan uji, gejala toksik yang muncul, dan wujud efek toksik pada organ – organ vital hewan uji. Data dianalisis statistik menggunakan SPSS 19 dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan pengamatan kualitatif dan analisis kuantitatif, pemberian sediaan uji pada tikus betina galur SD secara umum tidak menimbulkan gejala toksik. Harga LD50 cut off berdasarkan jumlah kematian hewan uji didapat lebih dari 5.000 mg/kgBB sehingga menurut GHS termasuk kategori 5 atau tidak terklasifikasi.
-
Kata Kunci : angkak, kayu manis, toksisitas akut, OECD Guideline 423