Laporkan Masalah

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI ALAT BERAT PERTANIAN ANTARA PERUSAHAAN RENTAL ALAT BERAT PERTANIAN DENGAN PT ALTRAK 1978 (TINJAUAN ASAS REBUS SIC STANTIBUS DALAM FLUKTUASI NILAI TUKAR RUPIAH)

Tyas Widhi Shantika, Dr. Ari Hermawan, S.H., M.Hum.

2014 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan penelitian Perjanjian Pengikatan Jual Beli Alat Berat Pertanian antara Perusahaan Rental Alat Berat Pertanian dengan PT Altrak1978 (Tinjauan Asas Rebus Sic Stantibusdalam Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah) adalah untuk mengetahui tentang penerapan asas pacta sunt servandadikaitkan dengan asas rebus sic stantibuspada perjanjian pengikatan jual beli alat berat pertanian dalam hal terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah juga untuk mengetahui penyelesaian yang dilakukan PT Altrak 1978 terhadap objek alat-alat berat yang batal dibelioleh para pengusaha rental alat berat pertanian akibat fluktuasi nilai rupiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitiannormatif empiris.. Data primer artinya harus turun langsung ke lapangan (field). Data sekunder artinyamemanfaatkan data-data kepustakaan. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala atau fenomena secara menyeluruh dan kontekstual dari akar permasalahan tentang topik yang diteliti di samping itu juga diharapkan penelitian ini dapat menjabarkan secara sistematis kaidah atau norma-norma hukum, peraturan-peraturan perundang-undangan serta hasil penelitian lapangan. Dalam hal terjadi fluktuasi nilai rupiah beberapa kantor cabang PT Altrak 1978 memiliki inisiatif untuk melakukan negosiasi ulang. Berdasarkan negosiasi ulang, jumlah pembayaran belum tentu sama dengan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada saat itu melainkan berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak atas persetujuan Chart of Authoritykantor pusat PT Altrak 1978. Jadi meskipun kantor pusat lebih menghendaki pemenuhan perjanjian menurut asas pacta sunt servanda,tetapi kantor-kantor cabang tertentu akan melakukan negosiasi ulang sebagai bentuk penerapan asas rebus sic stantibus. Penyelesaian yang dilakukan PT Altrak 78 terhadap objek alat-alat berat yang batal dibeli oleh para pengusaha alat berat akibat fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat adalah dengan menawarkan produk tersebut kepada calon pembeli lain dengan harga yang lebih rendah Jika belum juga berhasil dijual maka akan dijual kepada perusahaan-perusahaan perkebunan yang masih berada dalam grup PT Central Cipta Murdaya (CCM Group)

The objective of this thesis is to understand the application ofrebus sic stantibus principle associated to pacta sunt servanda on agreement binding for sale and purchase of agricultural heavy equipment within fluctuation of Indonesia Rupiah exchangerate. Another objective is to identify PT Altrak 1978’s accomplishment towards cancelation of purchased in agricultural heavy equipments. The study implements empirical normative research method. Field exploration necessitated for primary data. Acts and principles of law conserved for secondary data. Both primary and secondary data are performed qualitatively. In order to make descriptive conclusion method, this research requires to reveal the phenomenon entirely and contextually by the background of the explored study, additionally this research illuminates legal norms, legislations, and field research results. The result of this research is in case fluctuation of Indonesia rupiahexchange rate, some PT Altrak 1978 branch offices renegotiating the bill based on joint agreement. According to the renegotiating, the Indonesia rupiah rate is not exactly the same with the rate of US Dollar, but obtained the approval from centraloffice’s Chart of Authority. Although central office expects the application of pacta sunt servanda principle, some branch offices, nevertheless renegotiating to maintain good liaison along with Agricultural Heavy Equipment Rental Companies, as approval of rebus sic stantibus principles application. PT Altrak 1978’s accomplishment towards the cancelation of purchase in agricultural heavy equipments is by offering another consumer in lower price. If it is not sold yet, it would be sold to another companies belong to PT Central Cipta Murdaya (CCM Group) that runs their business in agriculture field.

Kata Kunci : rebus sic stantibus, perjanjian pengikatanjual beli, fluktuasinilai tukar rupiah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.