AFTER SCHOOL CLUB DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN PLAY SPACE Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan
DZAKIYYA DINA, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA.
2014 | Skripsi | ARSITEKTURPerubahan gaya hidup masyarakat pada jaman sekarang mengakibatkan tidak hanya kaum lelaki saja yang sibuk mencari nafkah, namun kaum perempuan juga turut berkecimpung dalam dunia karir. Hal ini mengakibatkan kurangnya pengawasan terhadap anak setelah pulang sekolah. Biasanya hal ini diatasi dengan mempekerjakan pembantu maupun pengasuh anak namun hal ini tidak bisa dijadikan solusi yang terbaik karena terkadang mereka bukan orang yang berkompeten seara khusus untuk merawat dan mendidik anak. Karena kurangnya pengawasan orang dewasa terhadap anak mengakibatkan sang anak dapat melakukan kegiatan hal-hal yang tidak berguna hingga tindak kriminalitas. Selain hal itu, sang anak tidak mendapatkan salah satu pendidikan dasar yang seharusnya diajarkan pada orang tua yaitu pendidikan life skill. Pendidikan life skill merupakan bekal penting bagi sang anak untuk dapat mengatasi masalah-masalah hidupnya dengan baik pada masa depan. Namun kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pendidikan life skill bagi anak masih minim. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pendidikan life skill pada kurikulum sekolah negri dari sekolah dasar hingga sekolah menengah keatas. Selain itu banyak orang tua mengira bahwa kecakapan hidup adalah ketrampilan yang belum diperlukan oleh anak usia dini. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah wadah untuk menjaga dan merawat anak sekaligus tempat berkegiatan anak-anak, khususnya anak sekolah dasar, sepulang sekolah yang sekaligus mengajarkan life skill yang bernama After School Club.
Changes in people's lifestyles today resulted in not only men who became busy making a living, but women also got involved in the career world. This resulted in a lack of children supervision after school. This, is usually solved by hiring a maid or nanny however this can't be the best solution, as some of them do not have the competence to take care and educate the children. The lack of adult supervision of children, resulted in children engaging in useless activities such as crimical act. In addition to that, the child didn't get one of the most basic education that should be taught by their parents, which is life skill. Life skills education is an important aspect of life for the child to be able to overcome the problems of life in the future. However, Indonesian public awareness on the importance of life skills education for children is still minimal. This is showed by the lack of life skill education in public school curriculum from primary school to secondary school and above. In addition, many parents thought that life skills are are not needed during early childhood. Therefore, a location is needed to supervise and care for children. A place they could actively engange, especially for primary school students after school. A place that teaches life skills at the same time, called the After School Club.
Kata Kunci : Yogyakarta, children, life skill, After School Club