Laporkan Masalah

PENYAMBUNGAN STAINLESS STEEL AUSTENITIK SERI 316 DENGAN METODA FRICTION WELDING TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO

MUHAMMAD NOOR F, Widia Setiawan, S.T, MT

2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESIN

Pada dewasa ini teknik pengelasan telah banyak dipergunakan pada konstruksi mesin. Ini disebabkan karena mesin yang dibuat dengan teknik penyambungan menjadi lebih sederhana. Pengelasan biasanya dipergunakan untuk reparasi, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus, menyambung dua material atau poros, dan lain-lain. Pengelasan harus mempertimbangkan kesesuaian antara jenis material yang akan disambung dan metode yang digunakan dalam proses pengelasan, sehingga hasil dari lasan mempunyai kekuasan sambungan yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kekuatan tarik, nilai kekerasan mulai dari logam induk hingga sambungan, dan struktur mikro dengan metode las gesek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada pengelasan gesek. Yang kedua melakukan penelitian menggunakan stainless steel seri 316 berbentuk silinder pejal sebanyak 7 spesimen, 1 spesimen untuk raw material dengan panjang 20 cm dan 6 spesimen untuk di las gesek dengan panjang 10cm. Yang ketiga material hasil sambungan diuji dengan pengujian tarik, mikro Vickers hardness, dan pengamatan struktur mikro. Terakhir adalah menganalisa data yang telah didapat dari hasil pengujian. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa kekuasan tarik dari hasil las gesek mengalami penurunan jika dibandingkan dengan raw material. Hasil penampang patah pada semua sambungan stainless steel didominasi perpatahannya bersifat getas. Nilai kekerasan dari logam induk hingga bagian sambungan mengalami penurunan. Terakhir, struktur mikro dengan perbesaran 100x memperlihatkan baik pada daerah lasan, daerah terkena panas, dan logam induk didominasi oleh struktur austenitik.

Nowadays, welding technique in industrialization has been used in many machine’s construction. It is because the machine which uses connection technique is simpler. Welding usually used to repair, make hard layer on the tool, thicken the thin part, joint two metal or shaft, and others. The welding construction have to consider the balance between the kind of material which will is used be welded and method which will be used in welding process, so the result of welding have good strength joint. In this point the base is efficient and cheap. It can also save power and energy. The aim of the study is to determine the tensile strength, the micro hardness value from base metal until connection part welding, and the microstructure photo by using friction welding. The method in this study is started from identifying the problem which occur in friction welding. The second is doing experiment use stainless steel series 316 cylindrical solid, as much as 7 specimens, 1 specimen for raw materials with a length of 20 cm and 6 specimens for friction welding of length 10cm. The third is material testing by using tensile test, micro Vickers hardness test, and microstucture photos. The final method is analyzing the data which is got from the test. The results of the testing shows that the tensile strength of friction welding decrease if compared to initial material. The fracture of all stainless steel connections use friction welding method are dominated by fracture brittle. The hardness value from base metal until connection part is reduce. Finally, microstructure photo used magnification 100x shows that the weld area, the HAZ area, and the base metal area is dominated by austenitic structure.

Kata Kunci : stainless steel, friction welding, pengujian tarik, mikro hardness tester, dan struktur mikro.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.