Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG DAYA SAING INDUSTRI KECIL KERAJINAN MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI STUDI KASUS: INDUSTRI KERAJINAN BATIK KAYU KREBET YOGYAKARTA

Sari Mutiara Aisyah, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Memasuki era digital, dimana kompetisi diatur dalam suatu sistem jaringan komputer super luas yang disebut internet dan mengukur konten siapa yang paling kuat, produk mana yang paling terkenal, dan siapa yang mendominasi informasi. Pada akhirnya muara dari pertandingan tersebut adalah mengamankan pasar dari produk IKM Indonesia terutama produk kerajinan sebagai salah satu industri penunjang pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana kebijakan pemerintah dalam mendukug daya saing Industri Kecil Kerajinan Indonesia melalui penggunaan Teknologi Informasi. Pembahasan kemudian difokuskan kepada pengaruh fasilitasi Teknologi Informasi -dalam hal ini internet- terhadap peningkatan daya saing. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pendalaman penyelidikan program pemerintah melalui studi kasus dengan pendekatan capitalist developmental state sebagai panduan teoris. Data dari penelitian ini terdiri dari data sekunder yang melalui studi literatur dan analisa dokumen serta data primer yang diperoleh dari narasumber yang relevan dan terpercaya serta melalui penelitian lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan progam pengadaan teknologi informasi dalam upaya mendukung dunia bisnis atau industri, belum begitu terintegrasi dalam satu sistem yang berkelanjutan dan cakupannya nasional. Program penerapan teknologi informasi dalam dunia bisnis terutama dalam perluasan pasar biasanya diinisiasi secara mandiri oleh masing-masing departemen termasuk pemerintah daerah DIY yang mengeluarkan program jogjaplaza.com (pasar online) dan akses internet berupa pembangunan telecentre di 7 sentra industri kecil. Temuan dilapangan menunjukkan: (1) penetrasi pasar yang dilakukan oleh para pelaku industri, khususnya industri kecil kerajinan batik kayu, krebet Yogyakarta semakin meluas semenjak adanya sentuhan adopsi teknologi informasi dalam proses pemasaran yaitu melalui penggunaan website; (2) kecepatan dalam merespon permintaan konsumen dan adaptasi perubahan trend juga turut dirasakan oleh pelaku bisnis, sehingga produk-produk yang mereka hasilkan tetap dapat diminati dan bersifat up-to-date (3) pemotongan jalur distribusi produk hingga sampai ke konsumen (end user), juga secara tidak langsung dapat menekan efisiensi biaya produksi, dan meningkatkan margin keuntungan hingga 2 kali harga yang dijual di showroom, karena pelaku bisnis dapat mencantumkan harga dan berinteraksi langsung dengan pembeli, tanpa harus di monopoli oleh retailer

Entering the digital age, competition is arranged in a super-wide computer network system called Internet and measured by whose content is the most powerful and having the most famous products, as well as dominating the information. At the end of the day, estuary of the game is protecting the market of Indonesian SME products especially handmade products as one of the supporting industries in tourism sector. This study is aimed at analyzing on how government policy supports the Small Craft Industry competitiveness of Indonesia through the using of Information Technology. The discussion then focused on the relation between Information Technology (in this case is internet) and the competitiveness upgraded. The study was conducted by using a qualitative approach and the deep investigation towards government programs through a case study analysis and using capitalist developmental state as a theoretical guidance. Data from this study consisted of secondary data through literature study and analysis of documents and primary data obtained from resource person who are relevant and reliable as well as through field research. The results of this study indicate that the presence of information technology procurement program in supporting the business or industry, is not so integrated in the national sustainable system. Program implementation of information technology in the business world, especially in the expansion of the market is usually initiated independently by each department, including local governments of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) issuing jogjaplaza.com programs (online marketplace) and internet access in the form of construction of the telecentre in 7 small industries. Field findings indicate: (1) market penetration by the industry, particularly small batik wood craft industry, Krebet, Yogyakarta, successfully captured more widespread market since the adoption of information technology in the marketing process by using the website; (2) the accelerated speed in responding consumer demand and changing trends were also felt by the businesses, so that the products produced can still be attractive and up-to-date (3) cutting product distribution channels to reach the consumer (end user), also indirectly can reduce the efficiency of the production costs, and increase profit margins up to 2 times the price of the sale in the showroom because traders can put the original price and interact directly with buyers, without being monopolized by retailers.

Kata Kunci : Indonesia, Daya Saing, Internet, Capitalist Developmental State, Industri Kecil Kerajinan, Batik Kayu, Teknologi Informasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.