Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN SISTEM E-LEARNING DENGAN KEMAMPUAN ASSESSMENT TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) PADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI

Hafizhuddin Amin, Ir. Paulus Insap Santosa M.Sc., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Computer-assisted audit tools and technique (CAATT) atau teknik audit berbantuan komputer (TABK) memungkinkan tugas pemeriksaan menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, penerimaannya ternyata masih cukup rendah. Salah satu solusi yang disarankan adalah memperbanyak program pelatihan. Gunanya untuk memperbaiki persepsi “tingkat kemudahan” yang diasosiasikan dengan penggunaan TABK. Di BPK, yang ribuan tenaga pemeriksanya tersebar di seluruh Indonesia, pelatihan TABK dilakukan dalam bentuk kelas tatap muka. Jumlahnya terbatas akibat kurangnya waktu, fasilitas, dan tenaga pengajar. Pada kelas pelatihan, instruktur mendampingi peserta berlatih aplikasi TABK dan memberikan umpan balik atau koreksi bila diperlukan. Interaksi seperti ini efektif, namun akan sulit direplikasi dalam bentuk e-learning sebagai alternatif bentuk pelatihan. Penelitian ini mengatasi masalah kurangnya pelatihan dan aspek interaktivitas pembelajaran TABK dengan mengembangkan sistem e-learning dengan kemampuan assessment TABK. Pengembangan dimulai dengan perancangan arsitektur sistem, pembuatan Class Diagram, dan pembuatan Sequence Diagram, dan diakhiri dengan pengujian sistem. Dua macam pengujian dilakukan, yaitu pengujian fungsionalitas sistem dan simulasi pelatihan online. Pengujian fungsionalitas berguna untuk mengetahui kesesuaian antara proses perancangan dengan hasil implementasi. Simulasi pelatihan online bertujuan untuk menganalisis persepsi peserta simulasi mengenai efektivitas pembelajaran. Hasil pengujian menunjukkan kemampuan assessment TABK berjalan sesuai desain. Pengujian juga menunjukkan sistem e-learning TABK dipersepsikan efektif membantu peserta menguasai materi TABK. Kata kunci -- e-learning, e-assessment, TABK

Computer-assisted audit tools and technique (CAATT) improves audit tasks’s effectivity and efficiency, yet auditors acceptance are still low. Development of training programs has been suggested as a solution. It may increase auditors’ degree of ease associated with using CAATT. BPK, who has thousands of auditors spread across Indonesia, conducts CAATT training on faceto- face classroom setting. Insufficient time, facility, and instructure limits the amount of training delivered. In classroom setting, students practising TABK application accompanied by instructor. Instructor gives feedbacks and corrections as necessary. This interactivity is effective, but will be hard to replicate in the form of e-learning, an alternative of training format delivery. This research solves insufficient training and interactivity problems by developing an e-learning system with CAATT assessment capability. Development begins with the design of system architecture, and creation of Class Diagram and Sequence Diagram, and ends with system tests. Two kinds of tests performed. System functionality test helps measure suitability of implementation result with the design process. Online training simulation tests analyze participants perception on learning effectiveness. Testing shows the assessment capability to be running as designed. Simulation test also indicates participants perceived the system helped them mastering CAATT material effectively. Keywords -- e-learning, e-assessment, CAATT

Kata Kunci : e-learning, e-assessment, TABK


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.