HUBUNGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN K4 DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KOTA TERNATE
Nursia Aja, Prof. dr. Moh. Hakimi, Ph.D, SpOG(K)
2014 | Tesis | S2 Kedokteran KlinikLatar Belakang: bayi berat lahir rendah berisiko tinggi mengalami kematian, kesakitan dan kecatatan. Salah satu upaya menurunkan risiko kelahiran bayi berat lahir rendah dengan pemeriksaan kehamilan yang lebih awal sehingga dapat dilakukan deteksi dini faktor risiko lebih awal, pengobatan penyakit, rujukan dan koreksi perilaku. Tujuan : Mengkaji hubungan kunjungan pemeriksaan K4 dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode : Jenis Penelitian ini adalah rancangan case control dengan menggunakan data sekunder di ambil di puskesmas yaitu data BBLR. Sedangkan data primer yaitu diambil dari faktor risiko umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, paritas dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Subjek penelitian diambil dari 6 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Ternate. Kelompok BBLR adalah bayi berat lahir rendah (< 2500 gram) dan kelompok bayi yang normal (≥ 2500 gram). Besar sampel penelitian untuk setiap kelompok sebanyak 194 orang dengan tehnik pengambilan sampel secarasampling purposive. Uji hipotesis menggunakan chi-square dengan derajat kemaknaan p < 0.05 dan confidence interval 95%. Uji multivariabel menggunakan regresi logistik untuk melihat kebermaknaan variabel luar hubungan kunjungan pemeriksaan kehamilan K4 dengan kejadian BBLR. Hasil Penelitian : variabel yang signifikan secara statistik dengan kejadian BBLR yaitu kunjungan pemeriksaan kehamilan K4,umur, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan ibu (p < 0.05) dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan tidak K4 dengan nilai OR2,600 (95% CI; 1,441-4,689), umur ibu yang berisiko dengan nilai OR2,347 (95% CI; 1,312-4,199), tingkat pendidikan rendah nilai OR sebesar 2,758 (95% CI; 1,519-5,008), jenis pekerjaan ibu yang tidak bekerja dengan nilai OR sebesar 2,649 (95% CI; 1,480-4,741). Sedangkan uji multivariable menggunakan model 1 dengan adanya hubungan kunjungan K4 dengan kejadian BBLR. Nilai OR sebesar 2,108 (95% CI; 1,116-3,983). Kesimpulan : Kunjungan pemeriksaan kehamilan tidak K4 dengan kejadian BBLR berhubungan secara signifikan.
Background: Low birth weight(LBW)has high risk of mortality, mobidity and defects. An effort to minimize risk of LBW is early pregnancy antenatal care that enables early detection of of risk factor, medication, referral and behavioral correction. Objective: To study correlation between pregnancy antenatal care visit (K4) and the incidence of LBW. Method: The study was a case control design that used secondary data obtained from health center, i.e. data of LBW infants; primary data of risk factor of age, level of education, type of occupation, and parity; and questionnaire. Subject of the study were taken from six healrh centers at Ternate Municipality. There were two groups of infants, those belonged to LBW (< 2500 grams)and those with normal weight (> 2500 grams) . Each group consisted of 194 individuals taken through purposive sampling technique. Hypothesis test used chi-squareat significance rate p < 0.05 andconfidence interval 95%. Multivariabel test used logistic regression to find out significance of external variables correlation between K4 pregnancy antenatal care visits and the incidence of LBW. Result: Statistically, the variable most significantly correlated with the incidence of LBW were K4 pregnancy antenatal care visit, age, level of education and type of occupation of mothers (p < 0.05). Non K4 pregnancy visit was OR 2.600 (95% CI; 1.441-4.689), age of high risk mothers OR 2.347 (95% CI; 1.312-4.199), low level of educationOR2.758 (95% CI; 1.519-5.008), unemployed mothersOR 2.649 (95% CI; 1.480-4.741). The result of multivariable test using model 1 showed score of correlation between K4 visit and the incidence of LBW was OR 2.108 (95% CI; 1.116-3.983). Conclusion: There was significant correlation between non K4 pregnancy antenatal care visit and the incidence of LBW.
Kata Kunci : pemeriksaan K4, bayi berat lahir rendah.