PENILAIAN POSTUR KERJA PEKERJADENGAN MENGGUNAKAN METODEOVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM(OWAS) DI UD. KEPUH NUTRINDO
RR. MELLA MIANDI, Dr. Ir. Makhmudun Ainuri, M. Si
2014 | Tugas Akhir | D3 AGRO INDUSTRIUD. Kepuh Nutrindo merupakan industri yang bergerak dibidang pengolahan emping melinjo. Stasiun kerja pembuatan emping melinjo ini terdiri dari 3 elemen kerja, yaitu penyangraian, pengupasan cangkang, dan pemipihan. Masing-masing elemen kerja berlangsung dalam jangka waktu lama dan dilakukan secara berulang dengan posisi kerja yang sama. Pekerjaan yang dilakukan secara berulang dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan pekerja mengalami nyeri pada otot ataupun punggung. Metode yang cocok untuk penilaian postur kerja yang kurang ergonomis di stasiun kerja pembuatan emping melinjo pada UD. Kepuh Nutrindo ini adalah metode Ovako Work Posture Analysis System atau OWAS. Metode OWAS digunakan untuk menganalisa dan mengamati pergerakan punggung, lengan, kaki, dan berat beban yang diangkat sehingga dapat diperoleh kategori beban kerja yang dilakukan oleh pekerja. Hasil dari analisa OWAS berupa kategori beban kerja ini akan digunakan untuk perbaikan posisi kerja dimasa yang akan datang. Area kerja terdiri dari area kerja minimum dan maksimum, area kerja ini dibedakan dari posisi jangkauan tangan pekerja.
Ud. Kepuh nutrindo an industry engaged in the processing melinjo. Melinjo manufacture workstations consists of three elements work, ie roasting, peeling shell, and flating. Each element of work in progress for a long time and done repeatedly with the same working position. Work that is done repeatedly and for long periods of time can cause workers to experience pain in the muscles or back. Suitable method for the assessment of the work that is less ergonomic posture at work station in the manufacture melinjo UD. Kepuh Nutrindo is a method Ovako Work Posture Analysis System or OWAS. OWAS methods used to analyze and observe the movement of the back, arms, legs, and lifted weights to obtain the category workload performed by the worker. Results of the analysis owas a workload category will be used for the repair job position in the future. Work area consists of the minimum and maximum work area, work area inu distinguished from the position of the reach of the hands of workers.
Kata Kunci : OWAS, Ergonomi, Postur kerja, Area kerja