TINJAUAN PUTUSAN HAKIM YANG MENJATUHKAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK NAKAL (Analisis Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 78/Pid.B/2010/PN.YK)
NURKUMALA HIJRIA, Niken Subekti Budi Utami, S.H., M.Si
2014 | Tesis | S2 Magister Hukum LitigasiAnak adalah suatu potensi tumbuh kembang suatu bangsa dimasa depan, oleh karena itu anak yang melakukan tindak pidana harus diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak artinya anak yang berhadapan dengan hukum sebaiknya penjatuhan pidana penjara sebagai pilihan terakhir atau ultimum remidium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) dasar pertimbangan yang dipergunakan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara pada anak sebagaimana Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 78/Pid.B/2010/PN.Yk. yang menjatuhkan pidana penjara terhadap Muhammad Viro Raihantio yang baru berumur 17 tahun dengan status pelajar di Kota Yogyakarta; dan (2) manfaat pidana penjara bagi anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 78/Pid.B/2010/PN.Yk. tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif sekaligus hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) mengenai tinjauan putusan hakim yang menjatuhkan pidana penjara pada anak. Data yang diperoleh dianalisa secara kualitatif dengan penguraian secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam menjatuhkan putusan pidana anak dalam putusan hakim dengan Nomor Perkara No. 78/Pid,B/2010/PN.Yk, Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta mempertimbangkan tidak hanya dari segi hukum (yuridis) yaitu didasarkan pada fakta-fakta yang ada dalam persidangan, namun juga mempertimbangkan segi non hukum (non yuridis) seperti faktor pada diri terdakwa serta dari unsur-unsur yang memberatkan dan meringankan terdakwa, yang juga sesuai dengan keyakinan dan pengamatan hakim; dan (2) manfaat pidana penjara bagi anak Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 78/Pid.B/2010/PN.Yk. yang menjatuhkan pidana penjara terhadap Muhammad Viro Raihantio alias Iwenk Bin Dewantoro Indro Koesoema yang baru berumur 17 tahun yaitu bermanfaat pada efek jera, namun di sisi lain, korban dan orang tua korban menyatakan pidana penjara tidak bermanfaat bagi perkembangan si anak, justru membuat anak menjadi stress dan trauma untuk waktu lama bahkan dikhawatirkan lagi jika di penjara si anak terpengaruh oleh napi senior sehingga dapat melakukan kejahatan yang lebih serius atau lebih berat lagi. Kata Kunci: Anak, Pidana Penjara, Ultimum Remidium
A child was potential development of nation in the future. Therefore a child who carry criminal action should threat humanity according to the best importance of child, mean that a child who faced by law, advisable get prison punishment as the final choice or ultimum remidium. The purpose og this research was to reveal and analyze (1) basic considerations used by the judges in the verdict of imprisonment on children as Yogyakarta District Court Decision No.. 78/Pid.B/2010/PN.Yk. imprisonment were dropped against Viro Raihantio alias Muhammad Bin Devantoro Iwenk Indro Koesoema a 17 year old with student status in Yogyakarta; and (2) Benefit of imprisonment for child in Yogyakarta District Court Decision No. 78/Pid. B/2010/PN.Yk. mentioned. Utilized research method here is a normative legal research methods as well as empirical law with statute approach and conceptual approach regarding review on the decision of the judges who impose imprisonment on children. The obtained data to be analyzed by qualitative with decomposition descriptively. The result of this research indicate that (1) judge to consider on children in the criminal verdict in the judge's decision to the No. Case No.78/Pid. B/2010/PN.Yk, Yogyakarta District Court not only in terms of law (juridical) that is based on the facts or particulars exist in the hearing, but also consider nonlegal terms (non-judicial) such factors on the self-accused and of the elements that ease the burden and the defendant, who is also in accordance with the beliefs and observations judge; and (2) benefit of imprisonment for child on District Court Decision No. Yogyakarta. 78/Pid.B/2010/PN.Yk. imprisonment were dropped against Viro Raihantio 17-year-old is beneficial to the deterrent effect, but on the other hand, the victim and the victim’s parents claimed imprisonment does not benefit the child’s development, it makes children becomes stressed and traumatized for a long time even if in prison longer feared the child affected by a senior inmates so that they can perform more serious crimes or heavier ones. Keyword: Child, Imprisonment, Ultimum Remidium
Kata Kunci : Anak, Pidana Penjara, Ultimum Remidium