HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROBLEM-BASED LEARNING, DAN MOTIVASI INTRINSIK, DENGAN SELF-DIRECTED LEARNING DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
SURYA AKBAR, Prof. dr. Tri Nur Kristina, DMM, MKes, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan KedokteranLatar belakang: Profesi dokter dituntut untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya sesuai dengan kemajuan zaman. Diperlukan kemampuan self-directed learning (SDL) untuk dapat menerapkan pembelajar sepanjang hayat. Beberapa penelitian di negara-negara lain menemukan bahwa metode pembelajaran problem-based learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan SDL. Perlu untuk diketahui bagaimana hasil penerapan metode pembelajaran PBL di Indonesia dalam upaya pembentukan SDL. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian belah lintang dengan subjek penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dari ketiga prodi. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Persepsi mahasiswa terhadap PBL dari aspek SPICES, kuesioner SDLRS, dan kuesioner IMI. Hasil penelitian: Total 451 mahasiswa (86,07%) yang bersedia mengikuti penelitian ini dan mengisi kuesioner secara lengkap. Nilai korelasi Pearson pada hubungan persepsi terhadap PBL dengan kemampuan SDL adalah 0,341. Nilai korelasi hubungan persepsi terhadap PBL dengan motivasi intrinsik diperoleh adalah 0,382, sedangkan hubungan motivasi intrinsik dengan kemampuan SDL adalah 0,234. Nilai korelasi Pearson pada hubungan persepsi terhadap PBL dengan kemampuan SDL meningkat pada kelompok mahasiswa yang berasal dari SMA di luar pulau Jawa (r=0,355), dan pada kelompok mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman belajar mandiri/aktif sebelumnya (r=0,396). Simpulan: Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap PBL dengan kemampuan SDL memiliki hubungan yang sangat lemah. Asal daerah SMA dan pengalaman belajar mandiri/aktif di SMA dapat meningkatkan hubungan tersebut. Variabel mediator (motivasi intrinsik) tidak dianalisis dikarenakan hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap PBL dengan kemampuan SDL memiliki hubungan yang sangat lemah. Kata kunci: problem-based learning, self-directed learning, motivasi intrinsik.
Background: Physicians profession are required to develop science in accordance with the progress of time. Self-directed learning (SDL) ability is required to formation lifelong learners. Several studies in other countries found that the problem-based learning (PBL) can enhance the capabilities of SDL. It is need to know how the results of the application of PBL in Indonesia in its efforts to establish SDL. Methods: This study used a cross sectional study design. Research subjects were students of Universitas Gadjah Mada (UGM) medical faculty from three study program. The questionnaires used was a student perceptions of PBL from aspect SPICES questionnaire, SDLRS questionnaire, and the IMI questionnaire. Results: Total 451 students (86.07 %) were willing to complete the questionnaires. Pearson correlation on perception of PBL relationship with SDL is 0.341. Pearson correlation on perception of the PBL relationship with intrinsic motivation is 0.382, whereas Pearson correlation intrinsic motivation relationship with SDL is 0.234. Pearson correlation on perception of PBL relationship with SDL increased in the group of high school students from outside the island of Java (r = 0.355), and the group of students who have no experience in independent/active learning before (r = 0.396) . Conclusions: The relationship between students' perceptions of PBL with SDL has a very weak. SMA origin and experience in self/active learning in high school can improve those relationships. Intrinsic motivation as mediator variables not been analyze because relationship between perception of PBL with SDL has a very weak. Keywords : problem-based learning , self-directed learning , intrinsic motivation.
Kata Kunci : problem-based learning, self-directed learning, motivasi intrinsik.